JALAN-JALAN

Pada siang itu hawanya sangat panas, bagaikan sedang bertemu api.

Aku mengajak Dina mencari makanan dan minuman segar.

"Din, keluar yuk!" Ajakku.

"Ih Lina itu, orang panas-panas gini. Kok malah mengajak keluar." Protesnya.

"Ayolah Din. Aku lagi pingin beli makanan yang enak. Kalau kamu mau ikut keluar. Apa aja yang kamu inginkan, aku belikan." Bujukku.

Mendengar hal itu, Dina langsung semangat.

"Kalau gitu, aku mau ikut kamu keluar. Kesempatan emas, bisa digeratisin sama kamu." Ocehnya.

Aku dan Dina menelusuri tempat-tempat penjualan makanan. Tapi belum ada yang cocok.

"Cari tempat lain lagi aja. Makanan ini aku sudah sering beli." Ucapku.

Dina menuruti keinginanku.

Sampai akhirnya menemukan warung aneka kuliner.

"Ini Lin, siapa tahu di warung makanan yang kamu cari." Katanya.

Aku setuju dengan warung yang dimaksud olehnya.

Aku mau beli mie ayam bakso. Sepertinya enak banget. Terus minumnya es kelapa. Kamu mau pesan apa Din?" Kicauku.

"Kok kamu tahu kalau rasanya enak? Ituu kamu tahu dari mana?" Tanya Dina.

"Dari aromanya saja sudah terasa. Selain enak juga segar, ketika dimakan." Jawabku.

"Oh gitu. Aku mau pesan mie ayam ceker. Minumnya es campur. Soalnya es campur kelihatannya segar banget." Tukasnya.

Aku menulis pesanan, dan aku sampaikan pada pelayan.

"Silakan ditunggu ya mbak. Jika pesanan sudah siap, akan kami antar."

Aku hanya mengangguk.

Ketika pesanan sudah diantar ke mejaku.

Aku dan Dina langsung menyantap makanan tersebut.

"Habis makan mampir ya Lin. Aku mau beli di warung sebelah." Pintanya.

Aku mengikuti keinginannya.

Saat di warung sebelah. Aroma seblak mengganggu indra penciumanku. Sehingga aku membelinya.

"Lin kamu beli seblak ya?"

"Iya. Kamu tadi beli apa?"

"Beli tahu bakso dan bakwan."

"Kok enggak bilang sama aku bayarnya berapa. Aku kan sudah janji mau geratisin kamu." Sungutku.

"Kan tadi sudah digeratisin." Balasnya.

Tanpa terasa sudah sampai rumah. Gegara ngobrol di perjalanan.

Selesai.


Komentar