MIMPI

 Ini adalah kisah pemuda yang bermimpi menjadi pemain musik.

Pada hari Minggu, Wandi berjalan-jalan menelusuri tempat demi tempat, untuk membeli mie ayam.

"Mau kemana Wan?" Tanya Lina.

"Ini Lin, aku ingin membeli mie ayam. Buat isi perut. Soalnya perutku sudah keroncongan, bagaikan sedang demo masal." Jawabnya.

Wandi pun melanjutkan perjalannannya.

Sesampainya di warung mie ayam, langsung pesan.

"Mie ayam 1 ya mbak. Pakai saus, sambel, kecap. Ya mbak."

Saat menunggu pesanannya, dirinya mendengar suara musik dari pengamen, yang biasa tampil di warung mie ayam.

"Itu musik indah banget. Seolah memintaku untuk memainkannya." Batinnya.

Sedang asyik-asyiknya melamun ria, tiba-tiba pesanannya sudah jadi.

"Ini ya mas, pesanan sudah siap. Silakan dinikmati." Ucapnya.

Keesokan harinya Wandi curhat sama Lina.

"Aku ingin bermain musik Lin."

"Kok tiba-tiba ingin belajar musik. Ada angin apa ni? Apa jangan-jangan karena di warung mie ayam dengar musik? Terus kamuu ingin belajar musik." Tanggapnya.

"Belajar main musik adalah impianku sejak kecil Lin. Tapi aku bingung, harus belajar dengan siapa." Curhatnya.

Kamu jangan khawatir Wan. Walaupun masih menjadi impian, pasti suatu saat nanti bisa terwujud." Ujar Lina.

Tanpa terasa, 3 tahun telah berlalu. Lina berjumpa kembali.

"Wan, gimana kabarmu? Apakah mimpimu sudah terwujud?" Tanyanya.

"Kalau terwujud si belum Lina. Cuma sekarang ada yang berbagi ilmu musik sama aku."

"Ya syukurlah kalau gitu. Terus lancarkan belajarmu. Biar mimpimu segera terwujud." Pesannya.

"Tenang aja Lin. Akan ku ingat selalu nasehatmu." Katanya.

Selesai.


Komentar