Saat aku mendengar namamu kembali, setelah kepergianmu. Kepergianmu yang tanpa sebab dan tanpa pamit. Membuat aku menangis tersedu, hingga mataku bengkak. Gini kesedihan itu terpampang kembali di hatiku. Di hatiku yang terdalam. Bahkan aku bingung. Bagaimana caranya mengatasi kesedihan ini.
Untungnya ada Rina, sang sahabat terbaikku. Rina memberisaran, untuk piknik ke wisata yang aku suka. Agar aku bisa melupakan Ridwan.
Aku pun langsung beraksi, untuk berwisata. Aku memilih pergi ke pantai. Karena pantai adalah wisata kesukaanku. Di sana aku hanya sendiri, tidak ingin ditemani. Agar aku merasa bebas, untuk meluapkannya. Meluapkan rasa sedihnya. Biar berganti dengan kebahagiaan, rasa sedihnya. Setelah puas meluapkan semuanya, aku pulang. Pulang dengan segenap rasa bahagia yang mendalam.
Komentar
Posting Komentar