BERTEMU KUNTI

Pada malam kamis, jam 19.00 waktu itu. Suasana masih gerimis, gara-gara hujan sangat deras, dari siang. Lina dan Ayu pergi ke warung. Ingin membeli mie instan.

Karena Lina dan Ayu ingin makan mie. Namun, stok mienya sedang habis.

"Beli mienya di warungnya Bu Turah saja Yu. Yang tempatnya dekat."

"Warungnya Bu Turah walaupun dekat. Namun, harus melewati pohon tua Lin."

"Enggak apa-apa yu. Dari pada warung yang lain. Tempatnya jauh Yu. Takutnya kalau hujannya deras lagi, terus kita belum sampai di kosan."

Mau enggak mau, Ayu menuruti keinginan Lina.

Saat melewati pohon tua. Lina dan Ayu melihat sosok gadis, sedang duduk di atas pohon.

"Lin, kamu lihat cewek duduk di pohon enggak?"

"Aku lihat Yu. Udah gitu mukanya pucat."

"Kalau gitu sama Lin."

Jalan sambil ngobrol. Jadi enggak terasa, seolah cepat sampai di warung.

"Mau pada beli apa mbak cantik?" Tanya Bu Turah.

"Ini Bu, mau beli mie instan. Yang goreng 5, yang rebus 5, ya Bu." Kata Lina.

Bu Turah mengangguk.

Setelah membeli mie. Lina dan Ayu langsung pulang. Dan, lewat pinggir pohon tua lagi.

"Mbak. Kalian habis dari mana? Dingin-dingin kok keluar?"

Sapanya, dengan suara sayup-sayup. Seperti suara dari kejauhan.

"Kami habis dari warung." Jawab Ayu.

"Kok mbak namanya siapa?" Sambung Lina.

"Namaku kunti. Aku sudah lama tinggal di pohon ini."

Ayu pun penasaran.

"Awalnya kenapa? Kok tinggal di pohon tua?"

"Aku bunuh diri, gara-gara patah hati."

Lina yang ketakutan. Segera mengajak Ayu melanjutkan perjalanan.

"Ayo buruan pulang Yu! Ini soalnya gerimisnya membesar."

Lina mengajak Ayu lari, secepat-cepatnya.

"Syukurlah, sudah sampai kamar kos. Ngeri banget rasanya. Mbak kunti wajahnya hancur."

" Maaf ya Lin, aku enggak tahu kalau kamu takut."

Lina mengangguk. Memaafkan Ayu.

Akhirnya Lina makan mie bersama Ayu.


Komentar