PANTAI

 Pada hari sabtu pagi, aku bertemu temanku. Yang bernama Lisna. Di pinggir jalan.

"Hai Lina. Kamu dari mana?"

"Ini Lis, aku habis dari warung. Disuruh belanja sama ibu."

"Oh gitu Lin. Aku nanti malam ke rumah kamu Lin."

Aku hanya mengangguk dan tersenyum.

Lalu aku melanjutkan perjalanan.

Sesudah di rumah, aku meletakan belanjaan di dapur.

Tanpa terasa jam terus berputar. Waktu pun silih berganti. Sang malam gini sudah hadir.

Saat aku sedang bersantai di taman. Tiba-tiba ada yang menghampiriku.

"Hai Lina. Jalan-jalan yuk!"

"Ayuk. Tunggu bentar ya! Aku mau pamit sama ibuku."

Setelah pamitan. Aku langsung pergi bareng Lisna.

"Emangnya kita mau kemana Lis?"

"Kita mau ke pantai. Buat cari hiburan. Biar enggak bosen, gegara di rumah terus."

Aku hanya tersenyum, menanggapi omongan Lisna. Karena aku belum pernah ke pantai.

Ketika sampai di pantai. Ternyata suasananya sangat indah. Membuat aku jatuh hati.

"Kenapa Lin? Kok kamu kaya sedang memikirkan sesuatu?"

"Ini Lis, aku sedang menikmati suasana pantai. Pokoknya aku enggak nyesal, mau ikut kamu ke sini. Rasanya indah banget."

"Syukurlah, kalau gitu, Lin. Aku berarti enggak salah mengajak kamu ke sini."

Setelah puas bermain di pantai. Aku dan Lisna pulang. Namun, di tengah perjalanan kehujanan.

"Berteduh dulu yuk Lin! Kalau sudah reda hujannya, dilanjutkan lagi perjalanannnya."

Aku dan Lisna berteduh di pinggir warung.

"Kok aroma mienya menggoda banget Lin. Bikin aku pingin saja."

"Kalau pingin beli Lis."

Lisna mengsetujui usulku.

"Pesan mie rebus pakai telur, 2 Bu."

Selesai makan mie, malah hujannya reda.

"Ayuk Lin, mari pulang! Mumpung hujannya reda."

Aku dan Lisna pulang melewati persawahan. Menambah suasana lebih indah, menurutku.

Akhirnya aku dengan Lisna, sampai di rumah.


Komentar