Di siang hari itu terik matahari terasa panas. Aku dan Dinda sedang berteduh di bawah pohon rindang.
"Panas-panas gini, enaknya menikmati yang segar-segar ya Lin?"
"Iya Din,kamu memang betul. Gimana kalau beli jus jambu?"
Usulku.
Sayangnya, usulku enggak diterima.
"Jangan Lina. Kalau jus jambu sudah biasa."
"Lah terus apaan dong?"
Ucapku, dengan rasa penasaran.
"Aku kemarin beli jus, ternyata ada menu baru. Yaitu jus pisang. Nyobain yuk! Siapa tahu enak."
Aku pun mengangguk. Mengsetujui ajakannya.
Aku dan Dinda bergegas ke sana. Namun, setelah sampai di warungnya, ternyata tutup.
"Kok tutup si Din?"
"Maaf Lin, biasanya buka. Mungkin orangnya sedang belanja, jadinya tutup."
"Ya iya si Din, mungkin sedang belanja."
Aku akhirnya mengajak Dinda jalan-jalan.
"Gimana kalau muter-muter dulu? Barang kali di perjalanan bertemu penjual jus?"
"Ayo kita coba. Siapa tahu bertemu beneran."
Aku dan Dinda muter-muter, sampai berlanjut ke pantai.
Aku enggak sengaja melihat ada penjual jus.
"Din, itu di ujung sana ada penjual jus! Beli jus dulu yuk!"
Dinda menuruti keinginanku.
"Bu, jus pisang 2, pakai susu, tapi enggak pakai gula." Pesanku.
Sesudah jusnya siap untuk disantap. Aku dan Dinda menikmati jus pisang di pinggir pantai. Di bawah pohon rindang. Sehingga sangat sejuk.
Ditambah suara ombak yang sangat merdu. Membuat semakin betah.
Tanpa terasa, waktu cepat berlalu, jam pun berganti. Siang berganti sore.
"Pulang yuk din!"
Dinda mengangguk.
Aku dan Dinda pulang melewati persawahan. Agar cepat sampai di rumah.
Komentar
Posting Komentar