Namaku Lina, aku akan mengisahkan pengalamanku.
Pada hari sabtu pagi itu hujan sangat deras. Aku dan adikku yang bernama Fina sedang kedinginan.
Enggak ada penjual makanan yang lewat.
"Kak, kok belum ada penjual makanan ya?"
"Barang kali penjualnya sedang berteduh dik. Soalnya hujannya masih belum reda."
Sahutku, dengan asal. Karena aku enggak tahu, mau jawab apa.
"Berteduhnya lama enggak?"
"Kakak enggak tahu dik. Dari pada menunggu penjual makanan, yang belum pasti lewatnya kapan. Mending bikin makanan sendiri aja dik."
Mendengar ideku. Adikku langsung mengangguk.
"Enaknya bikin makanan apa kak?"
"Bagaimana kalau kue singkong. Terus dalamnya diisi keju."
"Ok kak. Aku setuju."
"Kalau gitu tolong singkongnya direbus dulu dik. Kakak mau beli bahan-bahan yang lainnya."
Adikku mengangguk.
Sesampainya di warung. Aku mengutarakan. Bahwa aku ingin membeli bahan untuk bikin kue. Namun, yang aku cari enggak ada.
Maaf neng, bahan yang kamu butuhkan enggak ada. Coba beli di warung sebelah neng. Siapa tahu ada." Ucap pemilik warung.
Aku menuju warung sebelah yang dimaksud.
Malah bertemu tetangga.
"Kalau mau belanja di warung itu, sedang tutup neng." Ujarnya.
Akhirnya aku menuju ke pasar. Demi bahan-bahan kue, yang aku butuhkan.
Setelah sampai di rumah. Aku diprotes sama adikku.
"Kok lama banget si kak?"
"Iya dik. Soalnya tadi di warung enggak ada barangnya. Terus kakak ke pasar."
"Oh gitu kak. Kalau gitu, langsung saja kak. Mari kuenya kita bikin!"
Setelah sekitar 60 menit, aku dan adikku membuat kue. Kuenya siap dihidangkan.
"Wah kok agak agak gosong ya dik?"
"Enggak apa-apa kak. Wajarlah kalau belum sempurna. Lagian baru pertama kali bikin."
Aku hanya mengangguk.
"Rasanya sudah enggak dingin lagi. Setelah makan kue singkong, yang masih hangat."
"Sama kak. Aku juga sudah enggak kedinginan."
"Ya syukurlah dik. Berarti perjuangan kakak menembus hujan, untuk mencari bahan kue. Enggak sia-sia dik."
Komentar
Posting Komentar