TEMAN MASA KECIL

Pada hari Selasa sore itu, hujan sangat deras. Sampai-sampai aku merasa kedinginan."dingin-dingin gini, enaknya  makan nasi goreng sama gorengan hangat. Pasti enak sekali."

Pikirku, dalam hati.

Tanpa pikir panjang, aku langsung ke dapur. Untuk membuat nasi goreng dan gorengan tercinta. Yaitu bakwan.

Namun, tepung yang untuk membuat gorengan enggak ada. Sehingga aku hanya membikin nasi goreng. Lalu, aku memutuskan, gorengannya beli saja.

Aku membuka-buka aplikasi go-jek. Untuk mencari penjual gorengan.

Usahaku enggak terbuang sia-sia.

Terpampang di layar hp-ku. Warung gorengan mbak Tari.

10 menit telah berlalu, gorenganku  pun diantar ke rumah.

"Permisi, saya mengantar gorengan."

Sambil menuju ke pintu. AKU sambil merenung.

"Kok kayanya suara cewek itu enggak asing ditelingaku. Kira-kira dia siapa ya?"

Ketika pintu terbuka. Dia menyapaku duluan.

"

Eh Lina. Ternyata kamu yang pesan gorengan."

"Maaf ya, mbak ini siapa?"

"Gara-gara sudah lama enggak ketemu. Kamu sudah lupa sama aku ya? Ini aku Atun, teman masa kecilmu dulu."

"Oh Atun. Maaf, bukannya aku lupa. Cuma aku pangkling sama suaramu. Enggak kaya Rani dan Rina. Soalnya masih sering ketemu sama mereka, jadinya enggak pangkling sama mereka."

"Ih kamu jahat. Sama Rani dan Rina ingat. Sama aku pakai pangkling segala. Padahal sama-sama teman masa kecilmu." Rajuknya.

Mendengar hal itu, aku hanya tertawa.

"Terima kasih ya. Sudah nganterin gorengan aku."

"Iya Lin. AKU pamit dulu ya."

"Kok enggak mampir dulu si?"

"Enggak Lin. AKU masih ada orderan. Kalau pas lagi santai, bakalan main ke sini."

"Ok Atun."

Sesudah Atun berlalu. AKU menikmati makanan tersebut dengan penuh hikmat.

Sangking bahagianya bertemu salah satu teman masa kecilku.

Selesai. 

Komentar