NAIK KERETA API

Namaku Lisa. AKU akan bercerita kisah pengalamanku.
Dulu waktu kecil. Aku bermimpi, ingin naik kereta api. Walau hanya sekejap.
Bahkan, saat naik kereta kelinci. Pikiranku malah melayang kemana-mana.
"Andai saja, yang kunaiki ini, kereta yang biasanya berhenti di stasiun. Pasti rasanya bahagia sekali aku."
Sambil tersenyum-senyum sendiri.
Sangking asiknya membayangkan. Sampai-sampai aku dikomen sama temanku.
"Lisa, kamu kok melamun? Kamu sedang memikirkan apa sih?"
"
Begini Ani. Aku sedang membayangkan naik kereta api." Jawabku.
"Berdoa saja Lisa. Siapa tahu ada rezeki untuk kamu, sehingga kamu bisa naik kereta api. Atau mungkin keluargamu mengajak kamu berlibur dengan kereta api." Hibur Ani.
"Amin."
Waktu terus berjalan. Hari terus berlalu bulan pun berganti.
Hari libur telah tiba. Waktunya aku untuk refreshing. Menghilangkan segala rasa jenuh dan lelah yang ada padaku.
Tempat wisata yang aku pilih adalah pantai. Pantai yang indah yang ada di kabupaten Batang. Yaitu pantai Celong.
Saat aku sedang bersantai di pinggir pantai. Mendengar suara kereta yang lewat. Rasanya ingin sekali menaikinya.
Tahun demi tahun telah lewat. Usiaku pun semakin bertambah. Impianku untuk naik kereta api belum sirna.
Hingga aku sekolah kelas 2 SMP. Aku diberi kepercayaan mengikuti lomba tingkat daerah.
Waktu itu aku ditanya. Apakah aku memiliki KTP.
Aku memberanikan diri, untuk bertanya.
"Maaf Bu, memangnya untuk apa sih? Kok ibu tanya KTP saya?" Tanyaku.
"
Untuk pesan tiket kereta. Karena untuk berangkat lomba ke kota sebelah, kita akan naik kereta api." Jelas Bu Tini.
Bu Tini adalah guruku. Yang mengantarkan aku lomba di kota sebelah.
Mendengar hal itu, hatiku sangat bahagia. Serasa terbang di angkasa.
Ketika berada di stasiun, aku ditanya Bu Tini.
"
Lisa, sebelumnya apakah kamu pernah naik kereta?"
"Belum Bu. Ini adalah pertama kalinya saya naik kereta api." Tuturku.
Aku menjawabnya, sambil tersenyum manis. Semanis madu.
Aku menikmati perjalanan itu. Bahkan perjalanan selama 2 jam, untuk menuju ke kota sebelah. Aku masih merasa belum puas. Untuk naik kereta api.
Aku menghibur diriku sendiri. Dengan berkata-kata di dalam hati.
"Enggak apa-apa Lisa. Walau hanya 2 jam, yang penting impiannya sudah terlaksana. Suatu saat jika ada rezeki bisa menaikinya lagi Lisa."
Aku akhirnya sudah tidak bermimpi naik kereta api lagi. Karena mimpiku sudah terpenuhi.

Komentar