Pada malam Jum'at itu, aku di rumah sendirian. Bapak dan ibuku ke tempat simbah.
Sebenarnya aku diajak, tapi aku enggak mau.
"Lina, malam ini, tidur di tempat simbah, yuk!" Ajak ibu.
"Maaf Bu, aku enggak ikut."
"Kenapa kok enggak mau ikut?" Tanya bapak.
"Enggak apa-apa pak. Aku lagi pingin di rumah aja." Jawabku.
"Ya sudah kalau gitu. Bapak sama ibu perangkat dulu. Kamu di rumah hati-hati." Pamitnya.
Aku hanya mengangguk.
"Pintunya jangan lupa dikunci!" Pesan ibu.
Lagi-lagi aku hanya mengangguk.
Malam semakin larut.
Nyanyian jangkrik terdengar nyaring. Suara kodok, tambah meramaikan suasana. Sesekali juga terdengar suara burung hantu.
Namun, mata ini belum terpejam juga. Bahkan rasa kantuk tak kunjung menyerang.
"Ini sudah malam. Kok aku enggak bisa tidur. Apa jangan-jangan aku harus makan. Biar bisa tidur."
Aku bergegas ke dapur. Membuat mie instan.
Setelah aku menikmati satu mangkuk mie instan. AKU masih enggak bisa tidur.
"Mungkin aku ingin minum yang manis. Siapa tahu, habis itu bisa tidur."
AKU kembali ke dapur. Membuat susu coklat.
Sesudah minum susu coklat. Hasilnya sama saja. Masih tetap enggak bisa tidur.
"Aku coba membaca buku deh, kalau gitu. Biar bisa tidur. Konon katanya, kalau enggak bisa tidur baca buku, agar bisa tidur."
Tetap aja nihil.
AKU membaca buku, enggak kerasa banget. Pas bukunya usai. Terdengar kumandang azan subuh.
Siang harinya aku enggak tidur.
Sehingga malam sabtunya aku bisa tidur.
Pada hari Sabtu paginya, bapak dan ibuku baru pulang dari rumah simbah.
Selesai
Komentar
Posting Komentar