Namaku Lina. Aku akan menceritakan salah satu kisahku.
Pada waktu itu hari Sabtu. Lebaran baru hari ketiga. Masih ramai-ramenya para tetangga ataupun keluarga. Saling berkunjung satu sama lain.
Hari sudah lumayan siang. Sekitar pukul 10.00. aku berkunjung ke rumah kakakku, di desa sebelah.
Kakak sangat gembira, saat menyambutku.
"Ibu lagi ngapain dik?"
"Lagi santai kak."
Aku di sana mendapat suguhan. Yaitu jus dan kue bronies.
"Ini dik, silakan dinikmati. Maaf kakak cuma punya kue ini."
"Terima kasih kak. Sudah menyediakan hidangan untuk aku. Udah gitu kebetulan banget, aku lagi pingin kue bronies."
"Iya dik, sama-sama."
Aku pun mencicipi kuenya. Satu potong.
"Kok yang dimakan cuma satu potong dik?"
"Iya kak, nanti aku habiskan. Pokoknya jangan khawatir. Pasti nanti kuenya enggak bakal tersisa."
Kue itu, sedikit demi sedikit masuk ke perutku. Sambil ngobrol dengan kakakku. Sampai akhirnya tinggal wadahnya saja.
"Maaf kak, kuenya habis."
"Syukurlah kalau habis. Senang rasanya, kueku laris."
"Emangnya itu kue kakak bikin sendiri?"
"enggak dik. Itu kakak beli. soalnya kalau bikin sendiri, kakak enggak sempat."
Aku hanya manggut-manggut. Mendengar jawaban kakak.
Setelah itu aku pamitan.
"Kak, aku pulang ya."
"Pulangnya hati-hati ya. Oh iya, nanti sore aku main ke rumah."
Aku hanya tersenyum.
Ternyata benar, kakakku datang ke rumahku. Dengan membawa kue brownies, rasanya pun sama, dengan yang aku makan di tempat kakak.
Selesai
Komentar
Posting Komentar