Namaku Rina. AKU akan menceritakan salah satu kisahku.
Di waktu senja, hujan deras menyapa bumi. Di desaku.
Sementara itu, para warga sedang pada duduk manis, di depan televisi. Menanti sidang isbat, yang disiarkan di berbagai berita.
Ternyata memang benar, lebaran jatuh pada hari itu juga.
Pada malam harinya, takbiran berkumandang. Di berbagai masjid, di seluruh Indonesia.
Aku bersorak.
"Hore! Besok lebaran!"
"Paling menyambut lebaran aja. senangnya bukan main."
"ya iya dong pak. siapa tahu dapat THR banyak."
"lebaran itu ya harusnya berdoa, agar bisa bermaafan dengan orang yang pernah hatinya kamu sakiti. Bisa berjumpa dengan seluruh keluarganya. THR itu bonus lebaran. jika ada yang memberi."
nasehat bapak.
Aku hanya mengangguk-angguk. Di hadapan bapak.
Karena sesungguhnya, aku masih berharap mendapat THR.
Setelah salat idulfitri, aku bilang Pada ibu.
"Bu, hari ini lebaran. Pasti nanti aku dapat THR, ya Bu."
Mendengar ucapanku, Ibu langsung memberi uang.
"Ini ibu kasih uang. Kalau ketemu orang, kamu jangan sembarangan minta THR."
Pesan ibu.
"Emangnya kenapa Bu?"
Tanyaku dengan polosnya.
"Karena, lebih baik memberi, dari pada meminta."
Jawab ibu. Dengan asal.
Aku membalasnya.
"Terus kalau aku enggak minta THR. Malah dikasih. Itu bagaimana Bu."
"Kalau kamu dikasih, ya diterima. Menolak rejeki itu enggak baik."
Pada sore hari. Pamanku, dari kota, berkunjung ke rumahku.
"Semoga paman memberiku THR."
Doaku.
Ternyata memang benar, pamanku memberi aku THR.
Lalu aku bilang sama ibu.
"Ibu, ini aku dapat THR. Ini dikasih kok, aku enggak minta."
Ibu hanya mengangguk. Dan, enggak berkomentar apa-apa.
Selesai.
Komentar
Posting Komentar