PADI

Di pagi yang cerah. Pak Udin pergi ke sawah.

"Ini masih pukul 05.00 lo pak. Apa tidak terlalu pagi ke sawahnya, pak?"

"Ya, tidaklah. Soalnya bapak mau menjemur padi. Yang kita panen kemarin."

Jelas pak Udin. Pada istrinya.

Bu Siti mengangguk-angguk.

Pukul 08.00 Bu Siti ke sawah. Mengirim makanan untuk suaminya.

"Ini pak sarapannya."

"Terima kasih, Bu. Sudah dibawakan sarapan."

"Iya, pak."

Setelah pak Udin selesai sarapan.

Bu Siti pun pulang.

Dari pagi sampai sore tidak hujan.

Sehingga, pak Udin berani meninggalkan padinya. Yang sudah lumayan kering. Di tengah sawah.

Namun, pada pukul 18.00 WIB. Hujan sangat deras.

Pak Udin gelisah. Karena, teringat padinya.

"Kenapa, pak? Bapak kok kaya sedang memikirkan sesuatu?"

"Iya, Bu. Bapak menyesal. Padinya hanya tak tutupi terpal. Di tengah sawah. Tidak tak masukan ke gubuk. Sebab, bapak tidak tahu. Jika malam ini akan hujan. Padahal tadi sudah lumayan kering. Tinggal dijemur sekali lagi. Agar benar-benar kering."

Cerita pak Udin.

"Tidak usah sedih, pak. Besok padinya kita lihat bareng."

Pak Udin manggut-manggut.

Malam berganti pagi.

Pak Udin dan Bu Siti ke sawah.

Sesampainya di sawah. Pak Udin langsung membuka terpalnya.

"Padinya basah lagi, Bu."

"Tidak apa-apa, pak. Dijemur lagi aja, pak. Terus, kalau sudah sore. Atau mendung. Padinya dimasukan ke gubuk."

"Iya, Bu."

Pak Udin menjemur padi.

Sementara itu, Bu Siti pulang. Untuk menyiapkan sarapan.

Pukul 09.00 langit terlihat gelap.

Pak Udin berkemas. Padinya dimasukkan ke gubuk. Yang ada di sawah.

Setelah itu, pak Udin pulang.

Pak Udin sampai di rumah.

Hujan sangat deras.

Pak Udin tidak merasa cemas. Padinya sudah aman. Tidak basah lagi. Sampai sekitar seminggu, jarang ada panas, pak Udin hampir saja putus asa.

"Ini gimana nasib padiku, kok seringnya mendung terus."

Jangan menyerah, pak. Pasti padinya lama-lama akan kering."ucap, bu Siti.

Keesokan harinya, cuacanya sangat panas, pak Udin pun merasa bahagia dan semangat kembali. Padinya berhasil dijemur sampai kering dan bisa diproses menjadi beras.

Selesai

Komentar