EMOSI

Malam sudah larut. Menunjukan pukul 09 WIB.

Rintik hujan terus berdendang. Belum menunjukan tanda ingin pergi.

Lisa masih saja kelayaban. Di salah satu kave.

Di sana Lisa bertemu sama sahabat lamanya. Yaitu Raya.

"Kenapa kamu? Kok wajahnya mendung gitu?"

"AKU lagi sebel banget. Sama Tiara."

"Emang apa masalahnya?"

Lisa bukannya menjawab. Malah memeluk Raya dengan erat. Air matanya tumpah di pundak Raya.

"Mending curhatnya di rumahku saja. Jangan di sini. Biar kamu leluasa, untuk meluapkan emosinya."

Sesampainya di rumah, Raya. Lisa benar-benar melepaskan emosinya.

Lisa menangis sesenggukan. Raya menunggui dengan sabar.

Saat tangisnya sudah reda. Raya kembali mengajak bicara.

"Gimana, Lis? Sudah lega?"

Lisa mengangguk.

"Apa kamu udah siap? Buat cerita sama aku?"

"Tiara habis piknik ke Bali."

"Terus kamu enggak diajak."

"Bukan itu."

"Terus apa dong?"

"Kamu tahu kan, Ray? Kalau aku belum bekerja. Apalagi kalau lagi di rumah kaya gini. AKU enggak dapat saku tetap. Enggak kaya dulu, pas zaman aku sekolah."

"Terus apa hubungannya? Uang saku sama, Tiara?"

"Uang simpananku diambil sama, Tiara. AKU melihatnya, pas dia ambil. Pas aku protes, dia bilang, mau dipakai dulu. Asli deh kebiasaan banget. Kalau habis piknik, uangku jadi korban."

"Mungkin maksudnya dia mau pinjam, Lis."

"Enggak mungkin, Ray. AKU kenal. Siapa,Tiara. Yang bilangnya pinjam aja enggak dibalikin. Apalagi ngambil, sudah pasti raib."

Ucapnya. Sambil nafasnya naik turun. Tertanda menahan emosi.

"Mending kalau punya uang. Simpan di bank, Lis. Biar aman. Terus kalau kamu butuh langsung ada."

"Ya itu untuk pegangan, ray. Kalau aku pingin beli sesuatu. Masa paling butuh cuma 10 ribu. Harus ke bank dulu. Kan enggak lucu."

"Apa kamu mau pakai uangku dulu?"

"Enggak usah, Ray. Dengan adanya cerita sama kamu. Hati aku sudah lega. Doakan aja. Biar aku cepat dapat gantinya."

"Ya udah kalau gitu. Siapa tahu, gantinya lebih banyak, dari pada yang hilang."

Lisa tersenyum.

Emosi yang disandangnya bisa diendapkan. Berkat sahabatnya, yang sangat baik.

Selesai 

Komentar