Pada hari Sabtu sore. Lina dan Wandi janjian. Lewat SMS.
"Malam minggu acaranya apa, Lin?"
"Tidak ada acara si."
"Gimana kalau nanti malam kita main bareng?"
"Daku setuju."
"Ok. Nanti jam 7 malam. Aku ke tempatmu, ya?"
"Iya. Ngomong-ngomong. Emangnya nanti malam kita mau ke mana?"
"Rencananya si ke taman, Lin."
"Oh."
"Iya, lin."
Waktu teruslah berputar. Sore telah berganti malam.
Pukul 07.30 malah hujan deras.
Wandi pun SMS.
"Klunting!"
Lina langsung membuka hp.
Ternyata, pesan dari, Wandi.
"Maaf, ya. Aku tidak jadi main. Soalnya, sedang hujan."
Lina pun membalas SMS tersebut.
"Udah tenang aja. Walaupun tidak jadi ketemuan, tapi malam mingguan bareng."
" Caranya gimana, Lin?"
"Ya ini. Kita malam mingguan lewat SMS."
"Benar juga kamu, Lin. Kok aku tidak berpikir sampai ke situ, ya."
"Namanya aja sedang bingung. Gara-gara mau main. Ternyata hujan."
Sangking dinginnya.
Lina membuat mie rebus dan coklat hangat. Agar tidak kedinginan.
Wandi juga merasa kedinginan.
Sehingga, membuat teh hangat. Namun, ada penjual gorengan. Wandi pun membelinya.
"Kamu lagi apa, Lin?"
"Daku sedang menikmati mie rebus dan coklat hangat. Kalau dikau sedang apa?"
"Sedang menikmati teh hangat dan gorengan."
Seminggu telah berlalu.
Wandi pun tidak bikin janji dengan Lina. Takut kalau gagal. Seperti malam minggu yang kemarin.
Akan tetapi saat Wandi ingin ke taman. Bertemu dengan Lina.
Lina merasa ada bau parvumnya Wandi. Dan, Lina menyapanya.
"Mas Wandi!"
Wandi mendekat.
"Eh, Lina. Mau kemana kamu?"
"Daku ingin ke taman. Kalau dikau hendak kemana?"
"Sama si. Aku juga mau ke taman. Bareng aja, yuk!"
"Ayuk."
Akhirnya Lina dan Wandi. Malam mingguan bareng. Di taman.
Selesai
Komentar
Posting Komentar