Pada 7 Juli 2024. Kabupaten Batang, Prov. Jawa Tengah. Diguncang gempa.
Parahnya Aku tidak tahu. Jika di kabupaten kelahiranku ada gempa.
Pada jam 07.00 malam. Yusuf menghubungiku. Melalui whatsapp.
"Nis. Gimana kabarmu?"
"Alhamdullilah kabarku baik. Kalau kabar kamu? Oh iya, ada apa ini Tanda tanya Kok tumben banget? Kamu menghubungi aku? Jangan-jangan kangen sama, aku, ya?"
Slorohku.
"Syukurlah kalau kabar kamu baik, Nisa. Kabar Aku juga alhamdulillah baik. Kamu itu jadi orang kok pd banget. Aku menghubungi itu. Ingin memberitahu kamu. Kalau tadi siang, jam 14.35 ada gempa."
"Masa si? Aku kok tidak merasa apa-apa, ya. Emang dimana titik lokasinya?"
"Iya, Nis. Titik lokasinya di Batang kota. Kalau tidak percaya. Coba tanya sama, wandi. Pasti jawabannya, iya."
Aku pun mengikuti sarannya, yusup.
Saat aku akan mencari nomornya, Wandi. Wandi sudah kirim pesan duluan.
"Nis. Di Kabupaten Batang ada gempa. Kamu tahu atau tidak?"
"Aku si tidak merasakannya. Cuma tadi dikabari sama, yusuf. Emang di tempatmu terasa, mas Wan?"
"Di tempatku bener-bener terasa. Bener-bener seperti tubuhku sedang dibolak-balik. Rasanya benar-benar ngeri." Tutur, Wandi.
"Atau mungkin karena tempatmu di kota. Dekat dengan lokasinya. Sehingga, terasa. Sedangkan rumahku di desa. Jadi, tidak terasa sama sekali."
"Bisa jadi. Kaya gitu, Nis."jawabnya.
"Terus kamu tidak kenapa-kenapa kan?"
"Aku sih tidak kenapa-kenapa, Nis. Kakakku tadi sedikit terluka. Sekarang sih sudah diobati."
"Oh, gitu. Syukurlah jika tidak ada yang terluka parah." Balasku.
Aku pun lanjutkan whatsapp-an dengan, Yusuf.
"Suf. Ternyata benar. Kalau tadi siang ada gempa."
"Sekarang sudah terbukti kan. Kalau memang benar-benar ada gempa."
"Iya, Suf. Kira-kira apakah ada bangunan yang retak, ya?"
"Beberapa bangunan ada yang retak, nis."
"Oh, gitu. Aku kok jadi penasaran, ya. Nanti mau coba buka berita. Siapa tahu ada beritanya."
"Beritanya sudah ada, nis. Aku juga barusan sudah mendengarkan kok."
Aku pun langsung bergegas. Mencari beritanya di YouTube. Alhamdulillah berita yang kucari muncul. Dan, aku mendengarkan berita tentang gempa tersebut.
Satu minggu kemudian. Tepatnya tanggal 15 juli 2024.
Wandi mengirim pesan Whatsapp kepadaku.
"Nis. Apakah pagi ini kamu merasakan gempa?"
"Tidak, mas Wan. Memangnya ada gempa lagi, ya?"
"Ada, Nis. Cuma guncangannya lebih kecil. Tidak sedahzat yang kemarin." Ujar Wandi.
Aku pun mencoba mencari infonya. Namun, yang muncul malah kejadian gempa yang pertama.
Pencarianku nihil.
Aku mempertanyakan kepada, Yusuf.
"Suf. Apakah hari ini terjadi gempa? Wandi bilang. Ada gempa susulan."
"Iya, Nis. Cuma kekuatannya lebih ringan. Daripada yang kemarin." Ungkap, Yusuf.
"Kok aku tidak merasakan apa-apa, ya, Suf."
Jelasku.
"Mungkin tidak sampai ke pedesaan, Nis. Nyatanya, di tempat saudaraku yang tinggal di pedesaan aja. Tidak terasa."
"Oh, gitu. Kejadiannya jam berapa, Suf?"
"Iya, Nis. Jam 07.38 si."
2 hari berikutnya. Gempa susulan datang kembali.
HP aku berbunyi.
Ternyata, ada whatsapp dari, wandi.
"Gempa bumi terjadi lagi, Nis. Pada jam 13.30 yang aku rasakan."
"Kamu serius?"
"Ya seriuslah. Apakah kamu tidak merasakan?"
"Aku tidak merasakan apa-apa, mas Wan."
"Ya wajar sih. Kalau kamu tidak merasakan apa-apa. Soalnya, ini lebih kecil dari yang tanggal 13 dan tanggal 07." Kata, wandi.
Yusuf juga memberitahuku.
"Hari ini kembali terjadi gempa, Nis. Akan tetapi lebih ringan. Daripada yang sebelumnya."
"Semoga si ini yang terakhir. Dan, semoga tidak ada lagi gempa susulan. Di hari yang akan datang." Tukasku.
Sesudah, hari itu. Wandi dan Yusuf. Sudah tidak mengabari tentang gempa. Aku pun merasa tenang.
Komentar
Posting Komentar