Pada malam Sabtu. Sekitar habis maghrib. Lina dan Wandi SMS-an.
"Hai, lin. Kamu lagi apa?"
"Hai, juga. Aku lagi santai. Sambil menunggu bel makan. Kalau kamu lagi apa?"
"Aku lagi main gitar. Sambil menunggu bel makan juga."
Saat sedang asyik SMS-an.
Bu Sumi menabuh bel.
"Teng-teng! Teng-teng! Teng-teng!"
Tertanda, sudah waktunya makan malam.
Lina dan anak-anak asrama putri yang lainnya. Langsung bergegas ke ruang makan.
Begitu pula dengan Wandi. Dan, anak-anak asrama putra yang lainnya.
Ternyata Lina satu meja dengan, wandi.
Wandi menyapa.
"Lin."
"Iya, wan."
" Pantesan aja wangi parvummu terasa dekat. Ternyata, kamu memang semeja denganku."
"Iya, wan. Soalnya, tempat yang kosong. Tinggal di dekatmu doang."
Sambil makan. Wandi dan Lina ngomongin banyak hal.
"Lin, nanti habis isya jalan-jalan, yuk!"
"Ayuk. Emangnya jalan-jalan ke mana?"
"Ke alun-alun."
Namun, tiba-tiba bapak asramanya datang. Menyampaikan informasi.
"Anak-anak nanti sehabis isya ada pembagian sembako. Jadi, malam ini jangan ada yang pergi."
Alhasil jalan-jalannya gagal.
Ketika di lokasi untuk pembagian sembako. Lina dan Wandi tempatnya berjauhan.
Wandi SMS Lina.
"Klunting!"
Lina langsung membuka hp.
"Gimana kalau jalan-jalannya diganti besok pagi?"
"Iya, Wan. Aku setuju."
Waktu terus berputar. Malam berganti pagi.
Sayang. Seribu sayang. Pagi itu hujan sangat deras.
Lina menghubungi Wandi.
"Gimana ini? Hujannya besar banget."
"Ya udah biarin aja. Lagian hujannya tidak di dalam asrama."
"Terus jalan-jalannya gimana?"
" Itu berarti belum rezeki kita. Untuk jalan-jalan bareng."
Akhirnya, Lina dan Wandi sms-an sampai siang. Menceritakan banyak hal.
Di malam minggunya. Langit begitu cerah. Ditambah tidak ada acara apapun.
Sehingga, Lina dan Wandi melaksanakan niatnya. Jalan-jalan bareng ke alun-alun.
Selesai
Komentar
Posting Komentar