Aku selalu berusaha tegar.
Walau mendengar hinaanmu, yang seperti petir.
Seolah-olah kau anggapku tak tahu apa-apa.
Seolah-olah aku tak mengerti banyak hal yang ada.
Aku selalu tegar.
Saat kau menindasku dengan kasar.
Seolah-olah dirimulah orang yang paling benar.
Seolah-olah dirimulah orang yang paling pintar.
Aku selalu berusaha tegar.
Saat kau mencaci maki ku dengan kasar.
Aku hanya ingin membuktikan diri saja.
Bahwa aku tak selemah yang kau kira.
Komentar
Posting Komentar