Di antara hubungan yang pernah kujalani.
Sering kali tak sesuai ekspektasi.
Di antara orang yang kutemui.
Ternyata, tak benar-benar tulus untuk mencintai.
Yang ada, hanya luka yang masih Membekas, di hati.
Dan, rasanya sulit sekali mempercayai orang lain lagi.
Yang ingin bermukim untuk mengisi kekosongan ini.
Aku masih trauma sekali.
Entah sampai kapan aku bisa berdamai.
Untuk mulai bercinta lagi.
Karena, rasanya masih terbayang dengan penghianatan.
Yang membuatku trauma sangat mendalam.
Trauma itu, masih ada sampai sekarang.
Masih benar-benar belum hilang.
Bagaikan hantu gentayangan.
Yang terasa sangat mengerikan.
Antara takut dan dilema
Ketika ada yang datang kepadaku dan menyatakan cinta dan berjanji untuk setia, hati ini masih ragu untuk menerimanya.
Sulit sekali untuk percaya
Karena keraguan masih ada
Aku tidak mau lagi terluka untuk kesekian kalinya, dan biarkanlah aku sendiri, dan menikmati hidup tanpa Cinta.
Entahlah sampai kapan
Biarlah Tuhan yang memberi jawaban
Biarlah luka ini sembuh secara perlahan-lahan, dan sampai Tiba Waktunya Tuhan Kirimkan sosok yang lebih mengutamakan ketulusan dibandingkan kemunafikan dalam menjalin hubungan.
Malang dan Batang, 16 Agustus 2024.
Tertanda: Mochamad Radix Ardiansyah dan Linatun Nisa
Komentar
Posting Komentar