Padahal kita tidak saling kenal sama sekali.
Mengapa kau selalu menggangguku, seperti ini.
Kau selalu menerorku seperti hantu.
Dengan telepon-telepon yang tidak jelas.
Padahal kita tidak pernah bersapaan sama sekali.
Kau selalu merecokiku setiap hari.
Kau selalu menerorku terus-menerus.
Dengan pesan-pesan yang tidak jelas.
Padahal kita tidak punya masalah apa-apa.
Namun, kau sungguh tega.
Tak pernah berhenti menerorku.
Seperti orang yang punya dendam padaku.
Padahal selama ini kita tidak saling akrab, sama sekali.
Akan tetapi kau selalu menggangguku.
Kau selalu menerorku, tanpa perasaan.
Hingga, membuatku merasa tidak nyaman.
Komentar
Posting Komentar