Secangkir coklat panas aromamu sangat menggodaku, membuatku ingin menikmati dirimu.
Engkau menemaniku menikmati hujan deras, saat diriku menatapnya di jendela tanpa ragu.
Yang terasa sangat menyenangkan bagiku.
Benar-benar bagaikan nyanyian yang merdu, yang meramaikan rasa sepiku.
Secangkir coklat panas, aku jatuh cinta dengan rasamu, lidahku merasa nyaman saat minum dirimu.
Engkau menemaniku di malam Mingguku, yang terasa kelabu menurut pikiran dan hatiku.
Yang kunikmati seorang diri, walau tanpa tambatan hati, yang selalu menguatkanku.
Di keheningan yang menenangkan hati, aku walaupun hidup tanpa cinta, tetapi diriku merasa bahagia selalu.
Secangkir coklat panas, walaupun cuaca tak menentu, dirimu selalu hadir di hidupku.
Engkau bersedia menemaniku dalam suka dan duka, serta senang dan susah di hidupku.
Engkau menemaniku saat diriku duduk di kursi, untuk membaca buku.
Buku-buku yang membahagiakan bagiku, yang membuatku merasa nyaman setiap waktu.
Secangkir coklat panas, saat diriku bersedih dan bahagia, dirimu selalu bersamaku.
Engkau menemaniku melewati rintangan hidup, yang terkadang ringan, yang terkadang berat menurutku.
Engkau menemaniku melupakan rasa sepi yang terkadang menyapaku dan membuatku tak nyaman sedikitpun itu.
Rasa sepi yang datang dan pergi, yang selalu melelahkan hatiku.
Komentar
Posting Komentar