Di pagi yang sejuk itu.
Suara burung saling berkicau.
Akan tetapi tidak membuatku semangat.
Karena aku merasa lapar sangat berat.
Di pagi yang belum terasa panas itu.
Menyaksikan banyak orang berlalu lalang.
Sambil tertawa sangat riang.
Aku hanya terdiam sambil menahan lapar.
Mencium aroma masakan.
Yang benar-benar enak sekali.
Perutku semakin bernyanyi.
Rasa lapar ini benar-benar tidak terkendali.
Di pagi yang terlihat cerah.
Sang mentari datang dengan perlahan.
Penjual makanan yang lewat di jalan.
Kuhampiri, untuk menutupi rasa lapar ini.
Komentar
Posting Komentar