Aku sudah berusaha semaksimal mungkin.
Untuk mempelajari segala tentangmu.
Untuk memahami Siapa dirimu.
Semua itu, hanya sia-sia saja.
Walaupun dulu hatiku membeku, dingin bagai es batu.
Aku rasa Sudah saatnya untuk membuka hatiku.
Sudah saatnya untuk belajar mencari Cinta.
Namun, semua itu berakhir dengan sia-sia.
Kukira kau sosok yang baik untukku.
Ternyata aku salah menilaimu.
Ternyata Kau orang yang ingin selalu menang sendiri.
Pengorbananku kini berakhir sia-sia.
Aku sudah belajar untuk menerima kekuranganmu.
Aku sudah belajar untuk mencoba membuka hati untukmu.
Aku sudah berusaha untuk mengimbangi dirimu.
Sayangnya hasil yang kuterima hanyalah sia-sia.
Semua tak seindah yang kubayangkan.
Semua tak seindah yang kupikirkan.
Memang bayangan, pikiran, itu tak sesuai realita.
Perjuanganku saja kini sia-sia.
Aku tak tahu dengan semuanya.
Aku sudah lelah untuk melewati itu semua.
Kini yang kudapatkan hanya luka, bagaikan tertusuk duri.
Memang ini semua sudah takdirnya, semua yang kulakukan berakhir sia-sia.
Padahal aku selalu jujur padamu.
Aku tak tahu, apakah kau selalu jujur padaku.
Apakah kau selama ini selalu bohong padaku.
Itu semua hanyalah Yang Maha Kuasa, yang tahu.
Perjuanganku cukup sampai di sini.
Perjalananku cukup berakhir sampai di sini.
Aku sudah tak sanggup lagi, melalui semua ini.
Aku sudah ikhlas, walaupun semua itu hanya sia-sia.
Komentar
Posting Komentar