Engkau sangat mengasyikkan untuk dinikmati di siang hari ataupun di sore hari.
Walaupun mengupasmu sangat sulit, tetapi saat mengupasmu merupakan petualangan yang menyenangkan, kuaci.
Bagaikan memecahkan teka-teki yang sangat sulit sekali.
Yang jawabannya belum ditemukan, walaupun sudah dicari berhari-hari.
Wahai, kuaci, rasamu lezat sekali, membuatku ketagihan saat menikmati dirimu.
Dapat menemani di saat sendiri, untuk menyembuhkan luka akibat terkena tipu.
Dapat mengalihkan rasa sepiku, dapat melupakan rasa gundahku, karena dibuat kecewa, oleh orang yang sudah dipercaya sepanjang waktu.
Kuaci, dirimu memang menyenangkan, untuk dinikmati saat merasa sedih yang kepanjangan menurutku.
Saat hati ini terasa tidak menyenangkan, kuaci datang untuk mengembalikan semangatku.
Merasakan sakit hati yang terlalu dalam, rasanya seperti terkena duri menurutku.
kuaci dirimu sahabatku, yang selalu hadir dalam kehidupanku yang penuh liku-liku.
Dalam setiap perjalananku yang penuh rasa, ada pahit dan manis, silih berganti mendatangiku.
Kuaci setiap suka dukaku, kau tak pernah pergi dari hidupku.
Kuaci engkau memang sahabat yang setia, selalu ada untukku di setiap waktu.
Kuaci engkau selalu datang tanpa memikirkan cuaca, baik hujan maupun kemarau.
Walaupun di malam yang dingin menusuk tulang, juga bersedia datang untukku.
Saat hari-hari cerah bisa membuatku tersenyum manis, semanis es tebu.
Saatku merasa riang gembira, engkau menambah suka cita dalam hidupku.
Saat mendung datang, hati sedang berduka, engkau ada dalam genggamanku, memberi kekuatan padaku.
Kuaci, engkau sahabat setia yang bisa menjadi pelipur lara, di dalam tawa dan tangisku.
Kuaci, engkau selalu ada dalam hatiku, tak pernah tergantikan sedikitpun itu.
Kuaci, engkau selalu mengisi waktuku, saat rasa sunyi berusaha menyapaku.
Kuaci, engkau memang bisa diandalkan menjadi penyemangat, saat rasa galau datang menghampiriku.
Kuaci dinikmati saat santai, di tengah cuaca yang tak menentu.
Kuaci saat rasa lelah menghampiri makan kuaci, sambil menikmati suasana di kebun.
Kuaci dapat menenangkan hati, saat sang mantan masih saja menerorku.
Kuaci dapat meredakan emosiku, akibat teror sang mantan yang selalu menghantuiku.
Bisa menenangkan jiwaku yang dibikin emosi, oleh sang mantan yang tak berahlaq menurutku..
Komentar
Posting Komentar