KAU ANGGAP APA

Kau anggap apa diriku ini.

Terkadang dirimu membuatku bahagia.

Saking bahagianya, rasanya seperti di atas awan.

Semua lukaku seolah hilang tak tersisa.


Kau anggap apa, aku ini sebenarnya.

Terkadang dirimu buatku menangis.

Dengan kata-katamu yang tajam, bagaikan pisau.

Yang membuat hatiku merasa tergores begitu dalam.


Kau anggap apa, aku ini sesungguhnya.

Terkadang kata-katamu terasa manis, membuat hatiku meleleh.

Terkadang kata-katamu bagaikan silet.

Membuat hatiku tersayat-sayat.


Kau anggap apa diriku ini.

Terkadang kau siksa hatiku, dengan ucapanmu yang menggelegar.

Bagaikan petir sedangang menyambar-nyambar.

Membuat hatiku amat hancur.


Kau anggap apa, aku sebenarnya.

Terkadang kau begitu perhatian padaku.

Membuatku merasa sempurna, saat bersamamu.

Hidupku pun terasa indah, bagaikan di Negeri dongeng.


Kau anggap apa, aku ini.

Kau menyudutkanku dengan sepuas hatimu.

Seolah diriku yang selalu salah, dirimu yang selalu ingin benar.

Hati ini merasa lelah, untuk memanggul semua itu sendirian.


Kau anggap apa diriku ini.

Janjimu akan selalu membahagiakanku.

Namun, semua itu hanya omong kosong.

Nyatanya, kau selalu membuatku meneteskan air mata.


Kau anggap apa diriku sesungguhnya.

Apakah sosok yang berarti bagimu.

Apakah dirimu menganggapku boneka, yang bisa dimainkan kapan saja.

Aku ini manusia yang punya perasaan, bukan boneka.


Kau anggap apa diriku.

Kuingin kau tahu yang sebenarnya.

Cintaku untukmu tulus dari lubuk hatiku.

Aku tak pernah menuntut apa-apa darimu.


Kau anggap apa, aku ini sebenarnya.

Aku apakah kurang sempurna di matamu.

Aku tak pernah meminta apa-apa padamu.

Kuhanya ingin, kau selalu menyayangiku sepenuh hati.


Kau anggap apa, aku ini yang sebenarnya.

Aku hanya ingin kepastian darimu.

Mungkin berharap, ingin di cintai olehmu.

Itu hanya angan-anganku saja.


Kau anggap apa sebenarnya.

Kuingin dirimu tahu, tentang isi hatiku.

Saat pertama berkenalan, kau membuatku jatuh hati padamu.

Perasaanku padamu tak pernah main-main.


Kau anggap apa diriku sesungguhnya.

Mengapa dirimu sangat kejam padaku.

Kau buat terombang-ambing bagaikan perahu.

Terkadang kau buat terluka, terkadang kau buat berbunga-bunga.


Kau anggap apa perasaanku ini.

Aku sekali dicintai, akan berusaha menjadi yang terbaik.

Aku harap dirimu akan mencintaiku, dengan sepenuh hati.

Aku harap dirimu tak akan kembali membuatku kecewa, terluka, menangis, ataupun bersedih.

Komentar