Wahai, matahari yang jauh di sana.
Walaupun diriku ini salju.
Aku akan berusaha membuatmu bahagia.
Akan berusaha membuatmu selalu ceria.
Wahai, matahari yang jauh di sana.
Walaupun diriku ini salju.
Aku akan selalu ada untukmu.
Meramaikan hatimu di setiap waktu.
Wahai, matahari yang jauh di sana.
Dengarkanlah ungkapan dari lubuk hatiku.
Walaupun diriku sekeping salju, yang dingin menurutmu.
Aku ingin selalu ada di sampingmu.
Wahai, matahari yang jauh di sana.
Aku tak akan pergi dari hidupmu.
Jika bukan dirimu yang mengusirku.
Jika bukan dirimu yang menyuruh untuk menghilang.
Wahai, matahari yang jauh di sana.
Meskipun diriku terasa dingin.
Namun, kuingin kau mengerti.
Bahwa, aku selalu peduli padamu.
Wahai, matahari yang jauh di sana.
Meskipun diriku ini serpihan salju.
Aku ingin selalu ada untukmu.
Secara perlahan, aku ingin memahami dirimu.
Wahai, matahari yang jauh di sana.
Jika tanpamu, aku tak akan mencair.
Aku tetap terasa beku, dari waktu ke waktu.
Berkat kegigihanmu, aku pun akhirnya mencair.
Wahai, matahari yang jauh di sana.
Ketahuilah, sekeping salju yang menyebalkan ini.
Sudah terlanjur jatuh hati padamu.
Ingin menghabiskan masa tua bersamamu.
Wahai, matahari yang jauh di sana.
Kata-katamu, membuat diriku mencair.
Semakin lama denganmu, diriku semakin lumer.
Dari sekeping salju menjadi roti yang lembut.
Komentar
Posting Komentar