KAU BILANG

 Kau bilang padaku, dengan sangat mesra.

Dirikulah yang selalu ada dalam hatimu.

Tetapi mengapa ada sosok lain, yang dirimu sebut sayang.

Membuatku berpikir, apakah itu pertanda, aku harus pergi dari hidupmu.


Kau bilang padaku, dengan penuh kelembutan.

Tak ada yang istimewa selain diriku.

Tetapi mengapa kata sayang , yang disematkan padanya.

Membuatku gelisah sepanjang masa.


Kau bilang padaku, dengan penuh kasih.

Dirikulah yang paling berarti bagimu.

Tetapi mengapa ada sosok lain, yang bertahta di hatimu.

Apakah diriku hanya dibohongi olehmu.


Kau bilang padaku, dengan begitu manis.

Tak ada sosok yang menghiasi hatimu.

Hanya diriku yang paling bermakna bagimu.

Sebenarnya itu nyata atau hanya omong kosong.


Kau bilang padaku, dengan amat sahdu.

Diriku adalah cinta pertamamu.

Tetapi kata sayang yang terukir pada sosok lain.

Membuatku berpikir, cintamu padaku hanyalah permainan.


Kau bilang padaku, dengan sangat romantis.

Akulah sang penyemangat hidupmu.

Namun, setelah menyaksikan kata sayang, yang bertahta pada sosok lain.

Membuatku merasa tertipu oleh cintamu.


Kau bilang padaku, dengan penuh cinta.

Tak ada sosok lain, yang menerangi hatimu.

Aku apakah masih kurang pengalaman, dalam dunia percintaan.

Hingga, kau mempermainkanku dengan sesuka hatimu.


Kau bilang padaku, pada waktu yang lalu.

Akulah satu-satunya, seseorang yang kau cinta.

Namun, kata sayang, yang kau sembahkan pada yang lain.

Hatiku merasa terkejut, bagaikan benteng yang runtuh perlahan.


Kau bilang padaku, dengan suara merdumu.

Akulah sosok yang selalu menerangi hatimu.

Akan tetapi ucapan sayang, pada sosok yang tak kukenal.

Membuat hati hancur, bagaikan tersayat-sayat pisau belati.

Komentar