Pada zaman dahulu kala hiduplah kancil yang cerdik dan buaya yang besar. Kancil tinggal di hutan yang sangat lebat, sementara itu, buaya tinggal di sungai yang luas nan jernih. Kancil ingin melahap timun di sawah, tetapi jika ingin ke sawah harus menyebrang sungai. Di sungai itu mau tidak mau harus berurusan dengan, buaya. Buaya yang melihatnya dan sedang merasa lapar, langsung bersiap-siap akan memakan, Kancil.
"Kancil bersiaplah, kau akan menjadi santapan, kita siang ini."
Kancil yang tidak mau menjadi santapan pun berkilah.
"Aku masih lapar belum mengisi perut. Kalian kalau mau memakanku sekarang tidak ada apa-apanya dan tidak akan kenyang. Aku ingin ke sawah mengambil mentimun untuk mengisi perut, kalian setelah itu boleh menyantapku."
Buaya pun dengan sangat terpaksa menuruti keinginan, Kancil.
"Ya sudah kalau gitu. Aku akan bersabar menunggunya."
Kata, buaya sambil membayangkan betapa lezatnya tubuh, Kancil. Berhasil menyebrangi sungai, Kancil langsung menghampiri tanaman timun dengan lari-lari kecil. Walaupun tidak bisa manjat pohon, ia berhasil menikmati buah mentimun dengan puas. Karena, pohonnya tidak terlalu tinggi, bisa dipetik tanpa harus manjat pohon. Kancil setelah kenyang berpikir untuk kembali ke hutan, melewati sungai yang disinggahi oleh para, Buaya. Kancil berjalan perlahan, sampai pada akhirnya tiba di tepi sungai. Buaya tersenyum melihat kedatangan, Kancil.
"Kancil dirimu sudah hadir, berarti sudah siap untuk disantap." Ujar, Buaya.
"Kalian sebaiknya berjejer dulu, aku akan menghitungnya. Kalian jumlahnya ada berapa, kira-kira? Kalau tubuhku belum cukup untuk disantap, aku akan makan yang banyak. Kalian agar bisa menikmati tubuhku dengan puas." Alasan, Kancil.
Para, Buaya itu menurut saja, dengan polosnya berjejer rapi sepanjang sungai. Kancil menghitungnya sambil menyebrang sungai.
"1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10."
Kancil pun loncat dari sungai sehabis menghitung, Buaya yang terakhir.
"Selamat tinggal, Buaya. Tubuhku belum cukup untuk, kalian bersepuluh."
Ucapnya, sambil berlari ke hutan. Buaya pun kecewa tidak berhasil menyantap, Kancil. Namun, Buaya berusaha ikhlas, lalu beralih, menyantap ikan-ikan kecil yang ada di sungai.
Selesai
Komentar
Posting Komentar