KERIBUTAN DI DAPUR

 Di sebuah dapur ada wastafel, di sana sudah banyak sekali barang yang menanti untuk dicuci. Ada sendok, piring, mangkuk, gelas, wajan, panci, spatula, centong, toples, baskom dan teko.

"Lina ke mana si? Kok belum datang-datang, aku sudah tidak sanggup lagi, kotoran kopi sudah menempel di tubuhku." Kata gelas satu.

"Aku harusnya yang dicuci duluan, bekas teh menempel di tubuhku." Kata gelas dua.

Gelas tiga tidak mau ketinggalan, ingin dicuci duluan juga.

"Pokoknya, aku yang dicuci duluan, bekas susu di tubuhku bener-bener tidak enak.. Kalian dicuci belakangan aja."

Para gelas terus ribut, tidak ada yang mau mengalah. Pada ingin dicuci duluan, bagaikan rebutan emas. Piring merasa sebal, Lina tidak segera mencucinya.

"Lina lama banget si, dia apa tidak tahu. Aku tubuhnya kotor sekali. Habis digunakan makan oleh manusia, di tubuhku ada sisa-sisa nasi."

Sendok tidak terima, kalau harus di cuci yang terakhir.

"Aku pokoknya harus dibersihkan yang pertama, berbagai kotoran hinggap di tubuhku. Kalau, piring yang terakhir saja."

Piring cemberut dan tidak mau mengalah. Mangkuk angkat bicara, membuat dapur tambah ramai.

"Aku yang dibersihkan pertama, kalian semua yang terakhir. Aku sudah risih, habis digunakan makan sayuran."

"Aku yang lebih kotor, habis untuk masak sayuran. Sisa sayur masih pada menempel di tubuhku. Aku yang berhak dicuci duluan." Ujar, panci.

"Aku juga ingin dicuci, kerak nasi belum hilang dari tubuhku. Aku rasanya sudah tidak betah." Grutu, centong.

"Aku ini rasanya sudah tidak sabar untuk dicuci, aku sudah tidak nyaman, habis untuk masak tubuhku terkena minyak." Cletuk, wajan.

Spatula mengangguk, karena merasa hal yang sama, terkena minyak gegara untuk masak.

"Aku juga mau dicuci rasanya sudah tidak tahan. Kotoran jajan masih bertahta di tubuhku. Lina kapan datangnya si?"

Gumam, toples sambil bersungut-sungut. Baskom menyahut dengan galak.

"Aku juga sudah risih, gara-gara mangga dan melon singgah di tubuhku. Aku ingin mandi biar cantik."

Teko juga ingin mandi, padahal tidak terlalu kotor, hanya disinggahi air putih. Keributan terus berlanjut, tidak ada yang mengalah. Lina berjalan ke dapur, mereka bersorak melihatnya.

"Hore!!!! Lina akhirnya datang juga. Aku pasti bakal dicuci duluan nih."

Ucap semua barang, benar-benar tidak ada yang mau mengalah.

"Diam!!!! Kalian kalau tidak ada yang mau mengalah!!!! Aku tidak akan mencuci kalian semua, biarkan saja lumut menggerogoti tubuh kalian!!!!"

Mereka akhirnya menurut, untuk dibersihkan satu persatu sesuai dengan antrean. Lina membersihkannya satu per satu, mulai dari sendok sampai wajan. Lalu menatanya di rak tempat persinggahan masing-masing. Mereka setelah bersih mengucapkan terima kasih, dengan tersenyum sangat manis.

Selesai

Komentar