Petir, aku merasa takut dengan suaramu.
Saat terdengar lantang di telingaku.
Aku benar-benar ngeri, bagai dikejar hantu.
Membuatku merasa tak nyaman sama sekali.
Petir, aku ingin menghindari suaramu, saat kau berbunyi.
Aku ingin menutupnya dengan peredam, saat kau berbunyi.
Sayang seribu sayang, aku tetap mendengar suaramu.
Walau bersembunyi di tempat yang sangat aman menurutku.
Petir, aku tak sanggup mendengar suaramu.
Yang terasa amat mengerikan, saat menggelegar.
Aku sangat merinding, saat kau sedang menyambar-nyambar.
Kau bisa berbahaya, bisa menghanguskan apa saja.
Kau bisa membuat benda-benda menjadi porak poranda.
Petir, aku merasa takut, saat kau menyapa bumi.
Apalagi kau datangnya tanpa permisi.
Membuatku bergidik setengah mati.
Menyaksikan kedatanganmu di sini.
Petir, aku semakin takut dengan kehadiranmu.
Saat kau ada fflesnya seperti camera.
Aku tak akan berani keluar rumah.
Selagi kau masih bersuara dengan ganas.
Petir, aku tak sanggup mendengar suaramu yang belum berhenti.
Aku meringkuk di sudut kamar seorang diri.
Berharap suaramu akan segera berhenti.
Walaupun langit masih menangis, membasahi bumi.
Komentar
Posting Komentar