Lukaku kini kembali terkoyak dengan sangat parah.
Setelah sekian lama kuberusaha menghapusnya.
Dalam waktu yang cukup lama.
Lukaku kini kembali hinggap di hati.
Saatku menyaksikan sikap lembutmu, ternyata bukan untukku.
Rasa marah, sedih, dan pilu, bercampur di dadaku.
Lukaku kini kembali menganga cukup dalam.
Aku tak tahu apa salahku?
Kau tega membohongiku, kau tega memghianatiku.
Lukaku kini kembali basah dan perih.
Kau tega berbuat dusta padaku, kau suka menipuku.
Aku berdoa, kau semoga mendapat balasannya.
Lukaku kini membuka lagi sangat perih sekali.
Aku merasa kecewa, dengan sifatmu yang penuh pura-pura.
Sikap posesipmu hanya sebuah kepalsuan semata.
Komentar
Posting Komentar