GORENGAN DARI TETANGGA

Pada hari Kamis pagi, Lina keluar dari rumah, berniat untuk jalan-jalan. Budenya yang melihat, Lina berjalan sendirian. Bertanya dengan pelan, sambil tersenyum.


"Kamu mau ke mana? Kok pagi buta kaya gini, sudah terlihat rapi?"

"Biasalah, mak, aku mau jalan-jalan, biar kakinya kuat. Sampean lagi ngapain?" Ujar, Lina.

"Aku lagi ngasih makan mentok sama ayam, habis itu mau menyiram bunga. Kamu jalannya hati-hati! Kalau jalan di tepi sebelah kiri! Jangan lewat tengah-tengahnya, nanti bahaya!" Kata, bude.


Lina hanya mengangguk mengiyakan, lalu melanjutkan perjalanan. Lina berjalan ke sawah sebelah barat Desa, di sana udaranya terasa sangat sejuk. Sepanjang perjalanan awalnya sepi, Lina tiba-tiba bertemu, budenya lagi.


"Kok sudah sampai di persawahan, nok?"

"Iya, mak, sampean mau ke mana?"

"Aku mau ke pasar, mau beli ikan asin. Kamu mau nitip apa?"

"Aku enggak nitip apa-apa, mak, aku masih punya jajan kok, mak." Jawab, Lina.


Saat perjalanan pulang, Lina melewati warung tetangganya yang jualan gorengan. Lina pun dipanggil oleh penjualnya.


"Lin sini mampir, Lin?"


Lina pun mendekat ke warung dengan perlahan, dirinya bingung karena enggak membawa uang.


"Maaf ada apa, mbak kok memanggilku?" Tanya, Lina.

"Ya tak suruh mampir, ini ada gorengan tempe." Kata penjualnya.

"Aku lagi enggak bawa uang, belinya besok lagi aja."

"Aku enggak nyuruh beli kok, kamu pd banget si."

"Lah terus?" Tanya, Lina dengan polos.

"Kamu tak suruh mampir itu, mau tak kasih gorengan. Bukan tak suruh beli, paham?" Kata penjualnya lagi.


Lina pun menunggu digorengkan tempenya, sambil duduk di bangku yang tersedia. Setelah gorengannya matang dan dibungkus, Lina menerimanya dengan senyum semringah. Enggak lupa mengucapkan rasa terima kasih. Setelah itu, Lina menikmati gorengan tempe dengan cabai, di depan rumah. Gorengannya habis, Lina cuci kaki lalu ke dalam rumah.


Selesai 

Komentar