Pada hari Jumat pagi, Ibu Siti membagikan bubur kacang hijau pada para warga. Ibu Siti bilang itu adalah selamatan weton kelahiran anaknya, agar anaknya selalu sehat. Saat mengantarkan ke rumah, Ibu Sinta rumahnya sepi enggak ada orang, tetapi pintunya terbuka.
"Ini orangnya ke mana Kok sepi? Kalau orangnya pergi, tetapi kok pintunya terbuka?"
Kata, Ibu Siti sambil meletakkan bubur di atas meja. Saat mengantarkan bubur ke rumah, Ibu Sarah, Ia menjelaskan milik, ibu Sinta ditaruh di rumahnya. Ibu Sarah pun mengiyakan dan menerima bubur miliknya.
Saat, ibu Sinta pulang dari sawah, Ibu Sarah menjelaskan padanya.
"Bu tadi ada bubur kacang hijau dari, ibu Sinta, katanya ditaruh di rumah, sampean. Siapa tahu ditaruh di jendela atau di mana, ia Tadi manggil-manggil katanya sepi."
Ibu Sinta langsung mengecek jendela-jendela yang ada di rumahnya, siapa tahu ada buburnya. Namun, hasilnya nihil, semua sudut jendela sudah ditelusuri enggak ada buburnya. Ibu Sinta bertanya kepada kedua anaknya, barangkali anaknya ada yang memakan bubur tersebut.
"Luna tadi makan bubur?" Tanyanya.
"Enggak kok, mak, Aku dari tadi enggak makan apa-apa. Emangnya ada apa sih, mak. Apa, Mak tadi habis beli bubur, terus lupa naruhnya?" Jawab, Luna.
"Oh ya sudah kalau gitu, sebenarnya kalau dimakan juga enggak apa-apa sih. Mak sudah nyari ke tempat-tempat yang biasanya orang mengirimi makanan kalau, kita sedang enggak ada di rumah. Sayangnya enggak ada hasilnya, kosong semua gitu." Jelas, bu Sinta.
Bu Sinta beralih tanya pada anak laki-lakinya, Iya tujuannya hanya ingin memastikan saja.
"Lana tadi makan bubur?"
Lana menggeleng kuat-kuat, ibunya pun percaya, Lanabukanlah yang makan bubur tersebut.
Ibu Sinta pun mengikhlaskan bubur itu, Iya yakin kalau memang miliknya pasti akan ketemu.
Ibu Sinta keesokan harinya belanja ke warung, Ibu Siti juga sedang ada di warung tersebut.
"Bu katanya kemarin ngasih bubur? Di mana, ya? Tak cari-cari kok enggak ketemu?" Tanya, bu Sinta.
"Aku kemarin masuk ke rumahmu di bagian dapur, buburnya tak taruh di meja. Sampean kemarin soalnya sepi, enggak ada orang sama sekali." Kata, bu Siti.
"Owalah, pantesan tak cari-cari di sudut-sudut jendela enggak ada. Ternyata ada di meja dapur, Aku enggak tahu soalnya enggak nyari ke sana." Sambung, bu Sinta.
"Kalau enggak ketemu, atau tak kasih lagi aja." Tawar, bu Siti.
Ibu Sinta pun menggeleng menolak tawaran, bu Siti pada hari Sabtu pagi. Iya pulang dari warung, langsung mengecek ke meja dapur, benar buburnya ada di sana. Ia memastikan kalau buburnya masih bisa dimakan, , beruntung buburnya masih bisa dihangatkan. Bu Sinta pagi itu menyantap bubur kacang hijau bersama, suami dan kedua anaknya.
Selesai
Komentar
Posting Komentar