Di sebuah desa yang sejuk, malam itu mendung bergulung-gulung, hujan akan segera tiba. Para katak di sungai berbondong-bondong menuju ke daratan. Mereka berniat mengadakan lomba bernyanyi, di tepi jembatan.
"Kira-kira lombanya ini seperti apa?" Tanya, Cici.
Cici adalah katak paling tua di antara barisan, mereka saat ini.
"Kamu saja yang menentukan lombanya, kita yang muda tinggal jadi makmum. Apa yang menurutmu baik, kita setuju." Balas, Ciko.
Cici mengangguk-angguk dengan tersenyum, Iya pun langsung menentukan teknik lombanya.
"Baiklah, untuk lombanya sudah ku pikirkan masak-masak, kita semua akan meramaikan tepi jembatan ini. Barang siapa yang suaranya paling merdu dan paling semangat, sudah pasti akan menjadi pemenangnya. Sedangkan yang nyanyinya paling tidak merdu dan tidak semangat, maka akan kalah." Ujar, Cici.
Katak yang lainnya pun mengangguk mengiyakan, ekspresi gembira terlukis di wajahnya. Koko salah satu, katak pun mengambil daun dan ranting, untuk mencatat siapa yang nanti akan menjadi pemenangnya.
"Koko nanti jangan lupa, ya nilainya semua, katak yang bernyanyi ditulis juga!" Ucap, Cici.
"Iya tenang saja, kamu jangan khawatir." Jawab, Koko.
Sementara itu, para jangkrik berdatangan ke tepi jembatan, mereka akan mengadakan lomba baca puisi. Rara, jangkrik paling tua menyapa barisan, katak dengan terheran-heran.
"Hai, semuanya, kalian lagi pada ngapain? Kok pada berkumpul di tempat ini?" Kata, Rara.
"Kita sedang mengadakan lomba bernyanyi di tempat ini. Kalian mau pada ke mana sih? Kok perginya rame-rame kayak rombongan?" Balas, Cici.
"Kita juga mau ke tempat ini, mau mengadakan lomba membaca." Jawab, Rara.
"Ya tidak bisalah, kita kan sudah di sini duluan! Kalian mending cari tempat lain saja!" Kata, Cici tandas.
"Kita itu sudah memilih tempat Ini dari tadi malam! Kalian yang seharusnya pergi dan cari tempat lain!" Tegas, Rara.
"Kalian pokoknya yang harus pindah tempat! Kita sudah cocok sama tempat ini! Kita tidak ingin pindah!" Balas, cici dengan jutek.
"Kita sudah sepakat ingin mengadakan lomba di sini! Kalian yang seharusnya cari tempat lain! Masa si, Iya tempat udah di pilih! Kalian memakainya dengan sesuka Hati!"
Kata, Rara dengan tegas, benar-benar tidak mau mengalah.
Sedangkan, Lili si burung hantu yang mengamati dari kejauhan, akhirnya menengahi keributan tersebut.
"Jembatan ini kan luas, apa salahnya, kalian berbagi tempat! Jangkrik di sebelah kiri jembatan, katak di sebelah kanan jembatan, kan adil. Kebagian tempat semua dan tidak saling mengganggu." Ujar, Lili.
Mereka pun menuruti saran dari burung hantu. Walau di sisi yang berbeda, mereka sama-sama di tepi jembatan. Katak mengadakan lomba bernyanyi dengan sukses, tanpa kendala suatu apapun. Jangkrik mengadakan lomba membaca puisi dengan lancar, tanpa gangguan dari siapapun. Pukul 03.00 dini hari, acara perlombaan itu baru usai.
Selesai
Komentar
Posting Komentar