Aku dulu waktu milikmu, kau tak menganggapku ada.
Kau acuhkanku dengan berbagai cara.
Kau ciptakan jarak, kita agar tak bersama.
Kau kini sok dekat padaku, benar-benar serasa tanpa dosa.
Aku dulu waktu masih milikmu, kau tak mengakui kehadiranku.
Kau tak peduli, tak memberi perhatian padaku.
Kau dulu ke mana saja, sampai-sampai mengecewakan perasaanku.
Kau kini sok dekat padaku, sok cari perhatian padaku.
Aku tak habis pikir, sikapmu sok baik padaku.
Kau suka mengorek kehidupanku, kau padahal bukan siapa-siapaku.
Kau dulu jutek padaku, waktu diriku masih belahan jiwamu.
Kau kini sok dekat padaku, sok baik padaku.
Aku tak tahu, apa yang ada dalam pikiranmu.
Kau yang dulu tak mengakuiku, saat diriku masih bersandar di hatimu.
Kau tak pernah bersikap manis, kau tak pernah bersikap lembut padaku.
Kau sekarang sok dekat, sok manis padaku.
Jika sikap manismu itu hanya pura-pura saja.
Mending sikap sok manismu, tunjukan pada yang lain saja.
Mending sikap sok perhatianmu, berikan pada yang lain saja.
Kau tak usah sok dekat padaku, mending pergi saja.
Kau sok tulus padaku, jika bukan dari hati, lebih baik tak usah.
Kau sok baik padaku, jika bukan dari lubuk hatimu, lebih baik tak usah.
Kau lebih baik tebar pesona, sana dengan yang lain saja.
Rasa sok dekatmu padaku, sebaiknya dibuang yang jauh.
Aku tak suka, kau sok dekat padaku.
Agar dirimu dibilang punya pujaan hati, yang selalu menemanimu.
Kau hanya mempermainkan perasaanku, kau tak mencintaiku.
Kau mending pergi jauh sana ke laut, tak usah datang padaku lagi.
Komentar
Posting Komentar