UCAPANMU

Ucapanmu kala itu membuat hatiku terluka, yang sangat dalam.

Kau seolah merasa jika ngobrol denganku, waktunya akan terbuang sia-sia.

Aku padahal tak pernah meminta, kau meluangkan waktu untukku.

Kau saja yang suka mengaku ngaku,, selalu menghabiskan waktu bersamaku.


Kau sungguh tega, kau berkata tak bisa bekerja, jika menghabiskan waktu bersamaku.

Kau berkata tak bisa mencari uang, jika menghabiskan waktu bersamaku.

Kau tak sadar, jika ucapanmu dapat melukai hatiku.

Kau tak sadar, jika ucapanmu membuat hubungan, kita ada jarak yang jauh.


Ucapanmu masih terngiang di telingaku sampai saat ini.

Kau menghabiskan waktu bersamaku juga hanya satu atau dua menit, sampai setengah jam saja tidak ada sama sekali.

Kok bisa-bisanya, kau berkata waktumu berakhir sia-sia, jika menghabiskan waktu bersamaku.

Kau bisa-bisanya berucap, jika berbincang-bincang denganku, kau tak bisa beraktivitas sama sekali.


Aku tak tahu, apa dosanya.

Aku tak tahu, apa salahnya.

Ucapanmu tak mengenakan hatiku.

Ucapanmu terasa perih diperasaanku.


Ucapanmu terasa sesak di dadaku, kau seolah tak menghargai kehadiranku.

Seolah kehadiranku menjadi beban di hidupmu.

Aku berharap ucapanmu tak melukai perasaanku lagi.

Aku berharap ucapanmu sekarang dapat menenangkan hati. 

Komentar