Di waktu sore yang mendung, Safitri pergi ke cave seorang diri. Untuk menenangkan hatinya yang sedang lelah, karena menghadapi pacarnya yang sukanya sok menguasai. Safitri yang sedang asyik tidur siang di kamar, mendengar hp-nya berdering, pacarnya telpon.
Safitri mengangkatnya dengan perasaan lebih. "Yang telponnya nanti sore aja! Aku capek, mau istirahat!"
Tono seolah tidak mendengar ucapan kekasihnya, ia malah menyepam terus-terusan, dengan telepon dan pesan cat. Safitri merasa istirahatnya terganggu, ia perasaannya benar-benar emosi. Safitri sudah mencoba membuat suara hening di hp-nya, tetapi tetap saja merasa tidak nyaman.
"Dari pada, aku diganggu terus kayak gini, mending tak tinggal pergi. HP-nya tak tinggal, dia biar tahu rasa. Jadi, orang kok sukanya menguasai, mau begini tidak boleh, mau begitu tidak boleh." Gerutu, Safitri dalam perjalanan ke cafe, sambil menendang kerikil.
Safitri sampai di cafe, langsung disambut pelayan dengan ramah.
"Mau pesan apa, kak?" Tanya pelayan.
"Pesan oreo milk hate dan martabak rasa keju." Jawab, Safitri.
Pelayan langsung mencatat pesanan, Safitri lalu menyiapkannya dengan cekatan.
Saat pesanan, Safitri sudah siap, ada pelanggan lain yang duduk satu meja dengannya. Safitri tidak sengaja melihat wajahnya, ternyata yang duduk semeja dengannya, Nadia sahabat dekatnya sendiri.
"Nad, kamu ke sini sendirian?"
"Iya, Fit, aku datang sendirian, ingin mencari hiburan, biar perasaannya tidak suntuk. Tono mana? Kamu kok di sini sendirian?" Tanya, Nadia sambil mencecap teh pahit.
"Aku sudah capek menghadapi orang seperti, dia yang banyak menuntut. Rasa-rasanya, aku ingin putus saja, biar tidak selalu dibikin emosi. Kamu sedang suntuk kenapa?" Balas, Safitri sambil mengsruput minumannya.
"Biasalah menghadapi cowokku yang suka menyebalkan, aku sudah capek menghadapinya. Dia itu sukanya ingin menang sendiri, tidak pernah mengerti perasaanku. Aku yang terkadang sedang aktivitas, tidak sempat pegang hp, dia malah marah, aku sudah jelaskan baik-baik. Dia yang ada ngajak bertengkar, menyalahkanku terus inginnya jadi, yang selalu benar." Curhat, Nadia dengan wajah yang terlihat sangat letih.
"Kalau memang sudah merasa capek, merasa tidak kuat, mending ambil jalan yang terbaik menurutmu. Kamu kalau memikirkan hal-hal yang berat, takutnya penyakit gulamu bisa kambuh." Balas, Safitri.
"Aku inginnya si putus aja, dari pada capek dibikin emosi terus. Jangankan kalau memikirkan hal yang berat, dibikin emosi aja penyakit gulaku kambuh. Apalagi kalau hawanya sedang ingin marah gara-gara, dia yang suka ngajak perang denganku, penglihatan aja bisa kabur, benda apapun itu kuterjang." Tutur, Nadia.
"Sama si, Nad, aku juga ingin putus saja, dari pada disiksa perasaannya terus. Dia juga egois banget, aku aktivitas aja masa disuruh bawa hp, kalau jatuh atau hp-nya kenapa-napa, kan bisa bahaya." Crocos, Safitri sambil menghabiskan minumannya.
"Iya, Fit semoga saja bisa dapat cowok yang baik, setelah putus dari, Tono suatu saat nanti." Ucap, Nadia.
" kamu juga, semoga dapat cowok yang lebih baik, dari pada cowok yang sekarang." Balas, Safitri.
Nadia dan Safitri setelah puas mencurahkan isi hatinya, mereka pun pulang ke rumah masing-masing dengan hati lega.
Selesai
Komentar
Posting Komentar