KUPU-KUPU DAN KELINCI

Di Desa Karang Bolong yang sejuk tinggallah berbagai macam, kupu-kupu yang cantik. Pada siang hari yang panasnya terasa sampai ke tulang. Ayu dan Fitri kupu-kupu berwarna kuning dan hijau keluar dari rumah, untuk jalan-jalan ke Desa Kopi Panas. Mereka kehabisan makanan, saat hinggap di salah satu pohon mawar, bunganya sudah tidak ada karena dipetik oleh pemiliknya.


"Ayu ini gimana? Sudah tidak ada bunganya, kita mau cari makan di mana?"

"Fitri ayuk coba ke pohon melati! Siapa tahu ada bunga yang segar! Kita bisa menghilangkan suara nyanyian di perut."

Fitri pun mengangguk sambil meninggalkan pohon mawar bersama, Ayu dengan bergandengan tangan.


Sementara itu, Tata kelinci gemuk sedang menguping percakapan, mereka sambil mengunyah wortel.


"Nyam-nyam! Nyam-nyam!"


Sedangkan, Ayu dan Fitri sudah sampai di srbelah pohon melati, mereka kecewa, karena pohon itu juga tidak ada bunganya.


"Ayu di sini juga tidak ada yang bisa dimakan! Ini gimana?"

"Fitri, kita istirahat saja dulu! Supaya bisa berpikir dengan jernih!" Usul, Ayu.


Fitri pun setuju dengan usulan tersebut.


Sementara itu, Tata yang menyaksikan dari jauh pun merasa kasihan, iya keluar dari tempat persembunyiannya.


"Halo, kupu yang cantik-cantik perkenalkan, Tata namaku. Kalian sedang lapar kan? Kalian sedang mencari pohon yang ada bunganya?" Kata, Tata.

"Fitri namaku dan ini sahabatku, Ayu namanya, salam kenal kalau gitu. Iya benar, Tata, kami ingin mencari makanan, tetapi tidak ada apa-apa." Jawab, Fitri.

"Kalau gitu mari ikut denganku! Di sana banyak sekali pohon yang banyak bunganya, kalian bisa makan dengan puas." Kata, Tata.


Kedua kupu-kupu tersebut ikut kelinci ke Desa Teh Manis. Disana banyak sekali berbagai bunga bertebaran, yang bisa dinikmati sarinya oleh kupu-kupu. Kelinci pun pergi meninggalkan, mereka yang sedang mengisi perut.


" aku hanya mengantar saja, kalian jika sudah kenyang pulang sendiri, ya!"

" iya tentu saja, kami nanti pulang sendiri. Terima kasih sudah mengantarkan, kami ke tempat ini, untuk mendapatkan makanan. Kata, Fitri mewakili kawannya.


Tata mangggut-manggut mengiyakan setelah itu, berlalu meninggalkan kedua kupu-kupu yang sedang makan.


Selesai makan, Ayu dan Fitri pun pulang, mereka petualangannya kali ini merupakan pengalaman yang paling berharga. 

Komentar