MANA JANJIMU

Aku rasanya sudah tak sanggup lagi, kau selalu melukai hati.

Aku juga manusia yang ingin dimengerti, bukan hanya dirimu saja yang ingin dimengerti.

Jika dirimu selalu menuduhku seperti itu, lalu mana janjimu untuk membuatku bahagia?

Yang ada sih bukan membuatku bahagia tetapi semakin mempertebal luka di hati.


Aku selalu berpikir dalam hati, kamu orang macam apa sebenarnya?

Sukanya hanya bisa menyalahkan saja, perasaan hatimu sebenarnya ada di mana?

Janjimu akan membuatku tersenyum, akan membuatku selalu bahagia.

Nyatanya dirimu semakin parah menggoreskan luka.


Aku tak mengerti dengan sikapmu, dirimu menghilang tak pernah merasa bersalah.

Namun, aku yang menghilang sudah diberi penjelasan, kau malah marah.

Ada saja yang dirimu  permasalahkan, lukaku bukannya semakin menghilang, tetapi malah semakin parah.

Mana janjimu yang sangat manis, yang katanya tak akan membuatku terluka?


Aku sudah capek mendengarnya, kamu yang katanya ingin berubah.

Aku sudah lelah mendengar katamu bahwa, kau tak akan membuatku kecewa.

Semua itu hanya omong kosong tak ada nyatanya.

Mana janjimu yang katanya akan membuatku selalu tersenyum cerah?


Setiap dirimu menghilang, tak pernah merasa bersalah dan tak pernah kasih penjelasan.

Di saat diriku terkadang capek ingin istirahat saja, kau memperpanjang permasalahannya dengan kata-kata sindiran.

Aku tak mengerti sebenarnya apa yang ada dalam pikiranmu, kau inginnya selalu menang.

Mana janjimu yang katanya ingin memahami, mengerti dan tidak ingin menang sendiri perasaannya.


Kau yang ada semakin menyiksa hatiku.

Aku yang selalu mengerti dirimu, yang katanya tak pernah memenuhi hakmu.

Mana janjimu yang tak akan mengecewakan hatiku?

Nyatanya, kau menyakiti hati dan jiwaku secara perlahan.


Aku yang seharusnya menagih janjimu, yamg katanya tak akan menyiksa hatiku.

Aku sudah berusaha mengerti tentangmu.

Aku sudah menyayangimu dengan sepenuh hati, dengan segenap jiwaku.

Kau masih saja egois, aku selalu disududkan, dengan kata yang membuat perih batinku. 

Komentar