RARA DAN LALA

Pada suatu malam, di sebuah gubuk pinggiran desa tinggallah seekor, monyet betina, Rara namanya. Ia tinggal di gubuk seorang diri, karena belum berkeluarga, kedua orang tuanya telah tiada. Ia bersedih karena gubuknya sudah banyak yang bocor, ia merasa kedinginan, sampai menangis sesenggukan. "Hik-hik!! Hik-hik!! Hik-hik!! Hik-hik!!"


Sementara itu, Lala kelinci baik hati yang sedang lewat di sekitar gubuk tersebut, ia penasaran saat mendengar suara tangisan. Ia Ia pun mengetuk pintu gubuk, Rara dengan pelan. "Tok-tok! Tok-tok!"


Rara Yang penasaran dengan sosok yang mengetuk-ngetuk pintu gubuknya, ia mengintip dari lubang pintu. Saat tahu siapa yang datang, ia langsung membuka pintu dengan cekatan.


"Lala! Ada apa malam-malam berkunjung ke gubukku?" Tanya, Rara.

"Aku datang ke sini karena ingin tahu, saat mendengar suara tangismu. Kau kenapa menangis?" Balas, Lala.

"Aku sedang bingung, atap gubuk sudah pada bocor, rasanya malam ini akan turun hujan. Selain itu, aku merasa kedinginan, tak punya selimut untuk menghangatkan tubuh." Tutur, Rara.


Lala yang merasa iba dengan nasib, Rara pun mengajak ke gubuknya.


"Kau malam ini menginap di gubukku saja, besok gubukmu, kita perbarui sama sama. Kau Percayalah denganku, Aku besok akan membantumu memperbarui gubukmu." Kata, Lala.

"Aku apakah tak merepotkanmu?" Tanya, Rara.

"Kau Tenang saja, aku tak merasa direpotkan. Ayuklah malam ini menginap di tempatku! Kau kalau tetap di sini, bisa sakit, loh! Kau kalau tak mau ikut denganku, untuk menginap di tempatku, aku akan menyeretmu!" Ucap, Lala.


Rara yang tak mau diseret pun akhirnya mengikuti, Lala menuju ke tempat tinggalnya.


Sesampainya di sana, Lala memberi selimut hangat pada, Rara agar tak kedinginan. "Ini selimut untukmu! Besok kalau pulang, jangan lupa dibawa, ya!"

"Kau mau selimutan dengan apa? Kalau ini kubawa pulang?" Tanya, Rara.

"Kau tak usah khawatir, aku punya dua, yang satu kuberi untukmu." Balas, Lala.


Rara malam itu tidur dengan nyaman, walaupun di gubuk, Lala yang sederhana. Hujan malam itu mengguyur desa dengan lebat, untungnya tak ada yang kedinginan satupun, karena terkena air hujan.


Keesokan harinya, Lala bersama  kawan-kawannya mengumpulkan banyak kayu. Untuk membangun rumah, Rara yang sudah cumpang-camping dan hampir roboh. Rara dengan terharu, mengucapkan rasa terima kasih, saat gubuknya sudah berdiri kokoh. "Aku tanpa, kalian Tak Dapat Memiliki tempat tinggal, yang seindah ini. Aku tak bisa mengganti dengan apa-apa, Aku hanya bisa memberi doa, kalian semoga dimudahkan rezekinya."


Lala dan kawan-kawannya mengiyakan, lalu berpesan. "Kalau butuh bantuan katakan saja, tak usah merasa sungkan."


Rara hanya mengangguk sambil tersenyum, dari hati yang tulus.


Selesai 

Komentar