Pada suatu sore yang sejuk, sapi sedang duduk di bawah pohon. Ia hatinya gelisah entah kenapa, ia merasa galau dan kesepian.
"Aku kayaknya harus jalan-jalan ini, biar perasaanku tidak merana seperti ini. Apalagi kalau jalan-jalannya ada kawan, pasti rasanya seru banget. Semoga aja sih ada yang mau diajak, kambing atau mungkin, kelinci gitu." Batin, sapi.
Sementara itu, kambing yang sedang bersantai di rumput hijau pun merencanakan jalan-jalan.
" aku kayaknya besok pagi harus jalan-jalan biar tidak merasa jenuh seperti ini." Pikir, kambing.
Malam pun tiba, sapi dan kambing bertemu, saat dinner di padang rumput yang hijau. Mereka janjian untuk jalan-jalan bareng, agar pikirannya bisa tenang dan tidak gelisah.
"Sapi besok jalan-jalan bareng yuk!" Ajak, kambing.
"Ayuk!!!! Jam berapa?" Jawab, sapi dengan semangat.
"Ya sekitar habis subuh, kita berangkat." Kata, kambing.
Sapi pun mengangguk mengiyakan, hatinya riang, ia bisa jalan-jalan ada kawannya.
Keesokan harinya, waktu menunjukan pukul 05.30, sapi sudah dandan. Ia menggunakan pakaian olahraga yang terbaik, agar terlihat cakep di mata, kambing.
"Kambing kok belum datang, ya? Aku apa berangkat aja, ya? Siapa tahu, kambing tidak mau ke gubukku, dia sudah menunggu di pinggir jalan?" Gumam, sapi.
Sapi pun keluar untuk jalan-jalan memutari sawah, sungai dan padang rumput. Namun, kambing tidak terlihat batang hidungnya, bahkan aroma tubuhnya juga tidak tercium.
"Kambing tidak nongol sama sekali, dia bersembunyi di mana si? Kambing itu gimana si! Tidak jadi, ikut jalan-jalan, ya tidak konfirmasi!" Gerutu, sapi sambil mengelilingi sawah.
Sapi sudah jalan-jalan dengan puas, ia mengelilingi sawah, sungai dan terakhir mampir di padang rumput. Saat perjalanan pulang, sapi bertemu dengan, kambing di jalan.
Kambing pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sehingga, ia tidak menghampiri, sapi untuk berjalan-jalan pagi.
"Sapi, aku tadi bangunnya kesiangan sehingga, jalan-jalannya pun terlambat. Aku tadi berkunjung ke gubukmu, lalu memanggil-manggil dirimu, sayangnya tak ada sahutan. Aku mengintip di lubang ventilasi, dirimu sudah tidak ada, aku pun memutuskan untuk jalan-jalan sendiri. Aku padahal sudah janji, aku yang akan menghampiri dirimu lalu, kita berangkat bareng." Jelas, kambing.
"Iya tidak apa-apa, aku juga minta maaf sudah salah sangka. Aku kira dirimu tidak menepati janji, aku akhirnya pergi sendiri." Tutur, sapi.
" kalau gitu, kita saling memaafkan saja, besok diatur lagi. Kita biar bisa jalan-jalan bareng sungguhan, tidak jalan-jalan bareng pura-pura." Sambung, kambing.
Sapi pun mengangguk mengiyakan, ia memaafkan, kambing dengan sepenuh hati. Begitu pula dengan, kambing yang bersedia memaafkan, sapi dengan setulus hati. Sapi dan kambing pun berdamai, mereka pun bermain bersama lagi.
Selesai
Komentar
Posting Komentar