TAK SANGGUP LAGI

Aku sudah tak sanggup lagi, kau semakin hari semakin menyebalkan.

Kau sukanya ingin menang sendiri, kau menyalahkanku tanpa perasaan.

Kau inginnya telpon terus 24 jam, aku, ya punya pekerjaan lain selain teleponan.

Kau memang benar-benar egois, aku dibilangnya tak punya hati jika tak mengabari, aku padahal sudah kasih penjelasan.


Aku sudah tak sanggup lagi, kau semakin lama semakin membuatku lelah hati.

Kau memang tak punya hati, kau sukanya memancing emosi.

Kau memang kejam, selalu menyalahkanku, inginnya menang sendiri.

Aku terkadang bertanya, kau apakah membutuhkanku saat ada maunya, tanpa perasaan hati?


Aku sudah tak sanggup lagi, kau suka membuat perkara.

Hatiku sudah lelah, aku rasanya ingin pergi saja.

Aku ingin membuka lembaran baru tanpa, kau ada di dalamnya.

Aku ingin lepas dari, kau yang sering membuatku terluka.


Aku sudah tak sanggup lagi, menghadapi sikapmu yang selalu mengecewakan.

Sikapmu  yang penuh dengan kebohongan, yang tak ada kejujuran.

Aku sudah lelah mendengar, kata-katamu yang penuh dengan omong kosong.

Aku sudah lelah mendengar, janjimu yang tak pernah ditunaikan.


Aku sudah tak sanggup lagi, kau yang selalu membuat batinku tersiksa.

Aku jika punya kesalahan sedikit saja, kau panjang-panjangkan, tak ada selesainya.

Kau jika punya salah hanya diam saja, jangankan kasih penjelasan, minta maaf saja tak ada.

Kau selalu menyusahkan hatiku, kau selalu tancapkan luka di hatiku hingga, tak terhitung jumlahnya.


Aku sudah tak sanggup lagi, aku kecewa mendengar kata-katamu.

Yang penuh kata-kata tak senonoh di dalamnya, tanpa malu sedikitpun itu.

Kau semakin kesini, semakin berusaha memporak-porandakan hatiku.

Kau seolah-olah ingin membuatku hancur, sampai tak tersisa menjadi kepingan debu. 

Komentar