TANPA KOMONIKASI

Sudah bertahun-tahun, kita tanpa komonikasi.

Saat dirimu pergi, meninggalkan Kota ini.

Aku tak tahu lagi, harus menghubungimu dengan cara apa, saat diriku merasa sepi.

Kau tak pernah kirim surat, walau hanya sekali.


Aku sudah merasa kecewa, kau menghilang tanpa komonikasi.

Setiap orang yang kutanya, tentang keberadaanmu dengan hati-hati.

Yang kudapat, hanya kata tak mengerti.

Aku terluka dengan kepergianmu, yang tanpa pamit tanpa permisi.


Aku kini sudah ikhlas tanpa komonikasi denganmu.

Aku sudah terbiasa tak bercengkrama denganmu.

Kau kini datang kembali dihadapanku.

Kau memohon untuk menjalin cinta seperti dulu.


Bertahun-tahun tak berkomonikasi denganmu.

Cinta ini sudah terhapus, seiring berjalannya waktu.

Kita memang tak ditakdirkan untuk bersama, dalam keadaan apapun itu.

Kau jalani saja dengan nyaman, segala tentang kehidupanmu, begitu pula denganku.


Aku sudah berdamai, saatmu menghilang tanpa komonikasi.

Aku sudah ikhlas, kau tak memberi kabar sama sekali.

Kau dulu lebih memilih dengan sosok yang lebih segalanya, dari pada diriku yang apa adanya ini.

Aku sudah ikhlas, walau tak bersamamu lagi. 

Komentar