Bronies coklat, kau mengingatkanku sore yang terasa indah di hatiku.
Tentang persahabatan yang selalu indah, yang selalu melekat di hatiku.
Tentang hujan yang menyapa bumi, yang deras di sore itu, yang terasa dingin di tubuhku.
Tentang pertemanan yang selalu melengkapi satu sama lain, yang selalu memberi semangat satu sama lain di setiap waktu.
Bronies coklat, kau mengingatkanku tentang cinta yang penuh warna di hatiku.
Tentang ucapan mesra yang membuatku berbunga-bunga, yang terasa manis bagaikan madu.
Tentang perhatian yang begitu lembut, yang terasa bagaikan debu.
Tentang janji-janji yang, kau ucapkan dengan mantap tanpa ragu.
Bronies coklat, kau mengingatkanku tentang luka, yang masih membekas di hatiku.
Tentang janji-janji manis yang tak pernah, kau wujudkan sedikitpun padaku.
Semua kata-katamu hanyalah omong kosong, semua itu tak ada nyatanya, semua itu hanya palsu.
Aku sudah lelah, dengan kepura-puraan yang, kau beri padaku.
Bronies coklat, kau mengingatkanku tentang persaudaraan, yang selalu melekat di hatiku.
Kau mengingatkanku tentang rindu, yang selalu hadir di hatiku.
Mengingatkanku tentang kasih sayang, yang selalu melekat di jiwaku.
Kau membuatku mengingat pertemuan antar saudara, yang sangat terasa membekas di hatiku.
Bronies coklat, kau harus tahu, betapa bahagia perasaanku, saat pertama kali jumpa denganmu.
Aku langsung jatuh cinta dengan kelembutanmu, dengan kemanisanmu dan dengan kecantikanmu.
Aku selalu terbayang-bayang kelezatan rasamu, selalu terbayang-bayang ingin berjumpa denganmu.
Kau memang sudah menjadi yang istimewa di hatiku, kau memang yang terbaik menurut perasaanku.
Komentar
Posting Komentar