BUAH NAGA

Buah naga kemanakah, kau pergi hari ini?

Sang empunya mencarimu hingga ke ujung dunia, dengan luka hati.

Kau pergi begitu saja, tanpa kata, tanpa permisi.

Jejakmu pun tak ada, kau menghilang bagai ditelan badai.


Buah naga tubuhmu begitu empuk dan manis, rasanya pun lembut di tangan manusia.

Buah naga, kau apakah tak tahu, jika sang empunya sedang mencarimu dengan tderaian air mata.

Iya sangat kehilanganmu, ia merasa sedih yang sangat mendalam, yang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata.

Karena kepergianmu yang tanpa ucapan, iya sungguh merasa terluka.


Buah naga jika bisa tunjukkanlah jejakmu, walau hanya dengan kulitmu.

Agar pemilikmu tak merasa kecewa, karena kepergianmu, di sore yang mendung itu.

Buah naga asalkan dirimu tahu, sang pemilikmu merasa sedih, ia tak bersemangat bagai bunga yang layu.

Ia terus menerus memikirkanmu, di bawah langit yang sahdu.


Buah naga sang pemilikmu sangat-sangat kehilanganmu.

Ia terus menunggu kedatanganmu.

Walau hujan rintik-rintik sudah menghampirinya, dengan senyum malu-malu.

Iya tetap bertahan, demi menunggu kedatanganmu.


Buah naga walau, kau tak kembali kepada pemilikmu.

Tunjukkanlah kulitmu sebagai bukti kalau, kau sedang baik-baik saja, walau tanpa pemilikmu.

Tunjukkanlah senyumanmu, agar sang pemilik ikhlas dengan kepergianmu.

Agar dirinya dapat tersenyum cerah kembali, bersama buah naga yang baru. 

Komentar