Pada suatu hari ada seekor, panda yang tersesat, Tara namanya. Ia kebingungan saat terpisah dari rombongannya, pas jalan-jalan ke Desa Kali Biru.
"Aduh gimana ini? Aku tadi hanya buang air kecil sebentar, mereka kok sudah menghilang sih. Aku tak membawa makanan dan minuman kalau, aku haus dan lapar gimana? Soalnya makanan dan minumanku, kutitipkan pada kawanku yang berkumpul di bawah pohon rindang, saat kutinggal buang air kecil." Batin, Tara sambil berjalan mencari kawan-kawannya.
Padahal kawan-kawannya masih berada di tempat semula, tak meninggalkan, Tara sedikitpun.
"Tara kok lama banget si? Dia jangan-jangan di sana sedang kesusahan? Airnya tak mengalir deras atau jalannya terjal? Dia jalannya harus hati-hati banget, makanya lama sampai di sini?" Gumam, Tata ketua rombongan geng panda.
Walaupun pertanyaan itu tanpa jawaban, hanya terbang menghilang dibawa angin.
Sementara itu, Tara yang sudah merasa kelelahan tak juga menemukan kawan-kawannya, ia singgah di kebun bambu.
"Aku lapar banget rasanya, kebetulan itu ada banyak pohon bambu. Sepertinya tak apa kalau, aku mencicipi daunnya beberapa lembar, tak ada yang melarangku." Batin, Tara sambil menghampiri salah satu pohon bambu.
Sementara itu, gajah betina yang bernama, Tini merasa iba melihat, Tara makan sambil bersedih. Tini berjalan dengan pelan menghampiri, Tara sambil tersenyum, lalu menyapanya. "Halo, siapa namamu? Tini namaku."
"Hai, Tara namaku."
"Salam kenal, ya? Kau mengapa menangis? Kau mengapa bersedih?" Tanya, Tini.
Tara mengangguk mengiyakan, lalu menjawab pertanyaan sahabat barunya. "Aku tak sengaja terpisah dengan kawan-kawanku, saat sedang buang air kecil. Aku bingung sudah berputar-putar, tetapi bayangan kawan-kawanku, tak nampak di mataku."
"Kau memang tinggalnya di mana?" Tanya, Tini lagi.
"Aku tinggal di Desa Kali Hijau." Jawab, Tini.
"Ya sudah, kau habiskan dulu makanannya! Pulangnya biar kuantar, aku kebetulan tahu Desa tersebut. Letaknya tak jauh dari Desa ini, hanya melewati sungai dan persawahan, lalu sampai." Ucap, Tini. Tara menurut, ia makan dengan lahap, lalu setelah selesai, memberitahu sahabat barunya.
"Naiklah ke punggungku! Kau agar tak merasa capek dalam perjalanan." Ucap, Tini.
Tara naik ke atas punggung, gajah dengan perlahan, ia takut kalau jatuh. Mereka baru mendapat setengah perjalanan, Tara tak sengaja melihat kawan-kawannya, masih bersantai dibawah pohon.
"Tini, kau mengantarku sampai disini saja, mereka ternyata masih di sini menungguku." Ujar, Tara.
Tini mengangguk mengiyakan, lalu menurunkan, Tara dengan hati-hati. Setelah itu, ia berlalu kembali kepada gerombolan gajah, yang sedang santai di pinggir kebun bambu.
"Tara, kau ke mana saja si? Buang air kecil saja lama banget?" Omel Tata.
"Aku tadi tersesat, ingin kembali lagi ke sini, malah ketemunya pohon bambu. Untung saja tadi ada, gajah baik hati yang mau menolongku dan mengantarku kemari." Jawab, Tara.
"Gajahnya sekarang di mana?" Tanya, Tata.
"Dia sekarang sudah pergi." Jawab, Tara.
Mereka sudah tak ada yang terpisah, lalu melanjutkan perjalanan, untuk menikmati petualangan menelusuri berbagai pemandangan alam. Tini yang menyaksikan kebahagiaan kawannya pun tersenyum, ia merasa lega, Tara tak terpisah lagi dengan kawannya. Begitu pula dengan, Tara saat melihat, Tini gajah baik hati yang merupakan kawan barunya pun melambaikan kaki depannya, ia seolah mengisyaratkan sampai jumpa di pertemuan berikutnya.
Selesai
Komentar
Posting Komentar