BURUNG HANTU DAN JANGKRIK

Pada malam Minggu yang sahdu ada sepasang burung hantu, mereka bingung ingin bermalam mingguan ke mana. Mereka tak punya referensi untuk berjalan-jalan ke tempat yang indah dan menenangkan hati.


"Pangeranku, kita sebaiknya jalan-jalan kemana?" Tanya burung hantu betina, Tina namanya.

"Bidadariku, aku juga bingung sebaiknya jalan-jalan kemana, aku belum menemukan tempat yang indah untuk bermalam mingguan. Padahal malam ini suasananya terlihat sangat romantis, bintang-bintang bertaburan di langit seolah-olah tersenyum pada, kita yang sedang berduaan." Balas, Tono sang burung hantu jantan.

"Pangeranku gimana kalau sebaiknya jalan-jalan dulu, keliling-keliling perumahan warga? Siapa tahu, diperjalanan kita menemukan wisata yang indah, untuk romantisan sambil menatap langit yang penuh bintang." Kata, Tina.

"Bidadariku idemu bagus juga, aku setuju banget kalau begitu. Mari, kita berangkat sekarang!" Balas, Tono.


Sepasang burung hantu tersebut pada akhirnya keliling-keliling perumahan warga, mereka di jalan bertemu dengan segerombolan jangkrik yang sedang beramai-ramai mengobrol, di pinggir-pinggir rumah warga.


"Hai para jangkrik! Kalian sedang apa, kok ramai-ramai di tepi rumah warga?" Tanya, Tono.

"Kita sedang ngobrol ngobrol sekaligus meramaikan suasana alam, biar para manusia tak merasa kesepian. Kalian mau kemana? Kok kelihatannya kok asik banget, jalan-jalan berdua, kaya pengantin baru." Jawab, Ciko jangkrik yang paling tua.

"Kita ini memang pengantin baru, yang sedang mencari tempat untuk berwisata, yang terasa indah dan membahagiakan hati. Kalian ini ngobrol-ngobrol untuk meramaikan alam, mengapa bawa minuman dan makanan segala?" Balas, Tina.


Ciko lagi-lagi yang menyahuti percakapan tersebut, jangkrik yang lain hanya mendengarkan saja. "Kita memang sedang berbincang-bincang untuk meramaikan alam, tetapi harus menyiapkan makanan dan minuman, untuk jaga-jaga kalau lapar dan haus. Kalian kalau ingin mampir sebentar, untuk mencicipi makanan dan minuman ini bersama, kita juga boleh kok."

"Maaf kita baru saja makan masih kenyang, kita ingin melanjutkan perjalanan saja. Ciko apakah dirimu tahu, tempat berwisata yang indah? Balas, Tono.

"Aku tahu banget, disana ada danau yang indah, lokasinya di pinggir sawah. Kalian kalau berkunjung ke sana, pasti sangat terpukau dengan keindahannya." Sahut, Ciko.


Sepasang burung hantu mengucapkan rasa terima kasih pada gerombolan jangkrik, yang sedang berbincang-bincang santai, meramaikan alam. Mereka pun menuju danau yang dimaksud, dengan pterbang di ketinggian.


Cici salah satu jangkrik yang paling cantik, berkata pada kawannya sambil tersenyum. "Mereka bener-bener pasangan yang serasi, ya? Yang betina cantik banget kayak bidadari, yang jantan tampan banget bagaikan pangeran."

"Semua makhluk hidup itu akan terlihat serasi dengan pasangannya, jika Yang Maha Kuasa sudah memberi, kita pasangan yang cocok. Kamu tak usah iri dengan pasangan makhluk hidup lain, karena sikap iri itu tak baik." Sambung, Ciko.


Cici mengangguk-ngangguk mengiyakan ucapan sahabatnya, sambil meneguk minumannya yang masih hangat.


Sementara itu, Tina dan Tono sudah sampai di danau yang terlihat indah, suasananya pun menyenangkan untuk rekreasi. Mereka bisa menatap danau, menikmati aroma persawahan dan menatap bintang-bintang di langit.


"Bidadariku ternyata seekor jangkrik itu tak membohongi, kita tempat ini benar-benar ada." Kata, Tono.

"Pangeranku, kita tak sia-sia perjuangannya jalan-jalan ke pemukiman warga, walau rasanya melelahkan, tetapi terbalas dengan pemandangan seindah ini." Sambung, Tina sambil tersenyum manis.


Mereka menikmati keindahan wisata alam, yang menenangkan hati sampai larut malam dan terasa mengantuk.


Selesai 

Komentar

Posting Komentar