MENCARI BAKSO

Aku berputar-putar pada hari jumat sore, saat hujan deras menyapa.

Dengan payung lebar yang bersedia menemaniku, untuk berkeliling-keliling desa.

Demi mencari bakso, yang ingin ku santap di saat rasa dingin hadir menyapa.

Akan tetapi kenyataannya pencarianku nihil, dari ujung timur hingga ujung barat semuanya tak ada.


Pada jumat sore, entah mengapa diriku ingin menyantap bakso untuk melupakan rasa sepi yang melanda di jiwa.

Suara mangkok yang dibunyikan dengan nyaring, ciri khas penjual bakso pun tak terdengar di telinga.

Aku tak tahu lagi harus melangkah kemana, demi mencari bakso yang kuidam-idamkan kehangatannya.

Aku bertanya pada semua warga, tetapi jawabannya semua sama.


Mereka berkata, tak ada penjual bakso satu pun, yang lewat di depan rumahnya.

Aku pun tak menyerah, terus berjalan mencari bakso, bersama payungku yang paling setia.

Aku berjalan pelan, agar tak ada tempat yang terlewat satupun, demi mendapatkan bakso, untuk menghangatkan ragaku saja.

Aku terus mencari bakso dari ujung utara hingga, ujung selatan tak kutemukan kehadirannya.


Aku sudah lelah berputar ke sana kemari pada hari jumat sore, tetapi pencarianku tetap tak mendapatkan hasil jua.

Aku berhenti dan duduk di teras, tiba-tiba ada gerobak didorong lewat di depanku, sungguh sedap aromanya.

Aku langsung memanggilnya dengan penuh semangat, demi membeli satu mangkok bakso saja.

Dengan sambal dan mie rebus, sebagai pelengkapnya.

Aku merasa bahagia walaupun lelah, mencari bakso ke sana kemari, tetapi pencarianku tak sia-sia.


Aku pada hari jumat sore akhirnya bisa bernapas lega.

Bisa menyantap satu mangkuk bakso bersama mie dan sambal, yang nikmatnya terasa luar biasa.

Aku perasaannya tak sedih lagi, keinginanku makan bakso pun sudah terlaksana.

Di bawah hujan deras yang hadir pada jumat sore di Desaku tercinta. 

Komentar