Nama sayang yang kutemukan di akun telegram miliknya, mengingatkanku saat bulan puasa.
Aku pas waktu itu merasa tak terima diduakan, walau hanya di dunia maya.
Aku waktu itu tak tahu harus bersikap seperti apa, aku hanya menuangkan rasa unek-unekku ini melalui sebuah puisi untuk melegakan hati saja.
Aku waktu itu sangat mempercayai sosok, yang menurutnya adalah adik darinya.
Aku menceritakan semua ganjalan yang ada di hati ini, saat mendengar nama sayang yang terpampang di sosial media miliknya.
Dia berusaha menghiburku, menenangkan hatiku, dia pun berkata bahwa Nama sayang itu bukan siapa-siapanya.
Kekasihku itu seolah menghilang, benar-benar tiada kabar, dia benar-benar mendiamkanku dengan 1000 bahasa.
Aku waktu itu benar-benar merasa yakin diduakan,saat melihat nama sayang yang terpampang di telegram miliknya.
Sampai seminggu kemudian kekasihku baru muncul, ia mengatakan Nama sayang itu, karena telegramnya yang dibajak oleh seseorang yang tak dikenal namanya.
Kekasihku itu mengatakan, Nama sayang yang terpampang di kontaknya bukanlah siapa-siapa, dia berkata kekasihnya hanya diriku saja.
Aku tak tahu mengapa waktu itu percaya begitu saja, aku memang bodoh pas waktu itu, aku menerima penjelasannya begitu saja.
Aku tak berpikir panjang, apakah itu penjelasan palsu atau omong kosongnya saja.
Sampai waktu terus berputar, hari terus berjalan, bulan terus berlalu akhirnya terungkap semuanya.
Sosok yang selalu ku percayai untuk mencurahkan segala isi hatiku, ternyata adalah kekasihku Bukan Adiknya, seperti yang kuyakini berbulan-bulan lamanya.
Setelah sosok yang mengaku adiknya itu terungkap, kenyataannya adalah kekasihku sendiri, yang pura-pura menjadi orang lain, aku hatinya merasa terluka dan kecewa.
Aku berusaha menguatkan hati, agar tak terlihat rapuh di matanya.
Aku sudah yakin dengan keputusan yang kubuat, supaya tak semakin parah lukanya.
Aku memilih untuk mengakhiri semuanya untuk meninggalkan kekasihku itu, aku tak peduli Walaupun, dia mau pura-pura bersedih dan menderita.
Pada sore yang cerah, aku tangannya tiba-tiba iseng, membuka telegram miliknya.
Aku bukan bermaksud apa-apa karena, aku juga bukan siapa-siapanya lagi, Aku Hanya penasaran Apa nama sayang itu masih ada.
Ternyata nama sayang itu masih terpampang di telegram miliknya walaupun, aku tak tahu itu nama sayang yang dulu atau nama sayang yang baru, aku sudah tak peduli lagi padanya.
Aku mengecek nama sayang itu hanya, untuk memastikan, untuk jaga-jaga apabila suatu hari nanti, dia datang kembali untuk memohon-mohon padaku dan seolah-olah mengatakan, Aku yang punya salah padanya.
Nama sayang itu bisa, aku gunakan sebagai barang bukti dan senjata kalau, dialah yang sebenarnya bersalah dan melukai hatiku, yang tak terkira sakitnya.
Aku yang pasti berharap pada Yang Maha Kuasa agar, dia tak datang di hatiku lagi, tak melukaiku lagi dengan berbagai caranya.
Batang, 30-12-2025
Tertanda Linatun
Komentar
Posting Komentar