Pada zaman dahulu kala di pedesaan yang masih asri, hiduplah gajah dan sapi di tempat yang berbeda. Sapi tinggal di sebelah perkebunan karet yang luas, sedangkan gajah tinggal di kandang luas yang terbuat dari bambu, letaknya di pinggir sawah. Sapi merasa senang tinggal di sebelah Perkebunan karet, ia bisa bermain bebas tanpa hambatan dan menikmati rumput sesuka hati, untuk makanannya.
"Aku sebenarnya nyaman banget tinggal di sini, bisa bermain dengan Bebas, bisa makan sepuasnya sampai kenyang. Sayangnya bermain hanya di tempat ini, aku lama-lama bosan, ingin keluar menghirup udara bebas. Aku besok akan jalan-jalan, Siapa tahu menemukan teman yang asyik untuk diajak bicara, yang menyenangkan." Batin sapi Pada sore yang cerah.
Sementara di tempat lain, gajah yang sedang asyik menikmati buah apel yang lezat, ia merasa bersedih karena kesepian.
"Nyam-nyam!! Nyam-nyam!! Aku merasa galau tinggal di sini sendirian, rasanya sepi tak ada teman yang diajak berbicara. Aku besok pokoknya harus keluar dari rumah, siapa tahu di perjalanan bertemu dengan kawan yang baik." Kata gajah sambil menghabiskan makanannya.
Keesokan harinya, pada pagi yang cerah, matahari menyapa bumi dengan tersenyum. Gajah keluar dari rumahnya dengan pelan, ia berjalan dengan hati-hati agar tak jatuh, karena tubuhnya sangat besar. Iya tak lupa membawa makanan walau hanya dua biji apel, untuk jaga-jaga kalau lapar di jalan.
"Aku sepertinya akan menuju ke arah barat saja, siapa tahu di sana banyak kawan-kawan yang sedang bermain. Aku semoga saja dibolehkan untuk main bareng jadi, aku tak akan kesepian lagi." Batin gajah.
Sementara itu, sapi yang baru saja selesai menikmati Rumput Hijau, iya keluar dari tempat tinggalnya. Melaksanakan niatnya untuk mencari teman mengobrol, agar tak merasa kesepian atau merasa jenuh.
"Aku yakin kalau berjalan ke arah timur, pasti di sana akan mendapat teman, aku tak perduli temannya mau perempuan atau laki-laki yang penting ada. Aku kalau bawa makanan rasanya berat, bawa tubuh sendiri aja sudah berat, biarlah pasti di jalan nanti ada makanan yang bisa kusantap kalau lapar." Pikir sapi.
Gajah dari kediamannya terus ke arah barat, sementara sapi dari tempat tinggalnya terus ke arah timur. Mereka tujuannya sama, yaitu mencari teman yang bisa diajak bicara, untuk mengisi rasa sepi atau rasa galau. Pucuk dicinta ulam pun tiba, mereka bertemu di persimpangan jalan, lalu saling menyapa Dan Tersenyum.
"Sapi apa kabar?"
"Aku kabarnya baik, gajah apa kabar?"
"Ya syukurlah kalau gitu, aku juga kabarnya baik. Sapi mau pergi ke mana? Kok sendirian aja?"
"Aku ingin mencari kawan yang bisa diajak ngobrol dan bermain bersama, aku soalnya tinggal di tempat yang luas di sebelah perkebunankaret, sayangnya merasa jenuh dan kesepian. Gajah ingin ke mana? Kok seperti mau melaksanakan perjalanan jauh?"
"Aku juga sama sepertimu, ingin mencari kawan untuk menghilangkan rasa sepi. Aku walaupun tinggal di kandang luas dan pemandangan yang menyejukan, tetapi Rasanya tak nyaman jika tak ada kawan. Aku senang banget, sapi bisa bertemu denganmu di tempat ini. Kau Maukah berteman denganku?"
"Gajah hatiku sangat gembira, kau bersedia berkawan denganku, Aku juga mau berkawan denganmu."
Sejak saat itu, sapi dan gajah menjadi kawan akrab, mereka saling bertukar makanan. Gajah memberi buah-buahan yang amat segar, sapi memberikan rumput hijaunya yang enak dan mengenyangkan. Sapi terkadang menginap di rumah, gajah yang terletak di pinggir sawah, gajah terkadang menginap di tempat tinggal, sapi yang berada di sebelah Perkebunan karet.
Selesai
Komentar
Posting Komentar